-
Komitmen lingkungan jadi faktor utama reputasi merek AMDK, dengan AQUA memimpin skor 50,3%, diikuti Le Minerale 35,4%.
-
Kesadaran konsumen terhadap sampah plastik meningkat, sementara sampah nasional mencapai ±36 juta ton (2024) dengan sekitar 20% berupa plastik.
-
Galon guna ulang dinilai paling ramah lingkungan, karena bisa menekan sampah plastik hingga ratusan ribu ton dan emisi karbon dibanding kemasan sekali pakai.
SuaraJakarta.id - Komitmen terhadap lingkungan semakin jadi faktor penting bagi konsumen dalam memilih produk air minum dalam kemasan (AMDK).
Survei terbaru menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan kini berperan besar dalam membentuk reputasi dan tingkat kepercayaan publik terhadap merek AMDK.
Laporan World Visualized bertajuk Indonesia’s Bottled Water Brands Face a Moment of Truth in 2025 mencatat bahwa konsumen menilai tanggung jawab lingkungan sebagai indikator penting dalam reputasi merek.
Dalam kategori komitmen lingkungan, AQUA mencatat skor tertinggi sebesar 50,3 persen, unggul dibandingkan sejumlah merek lain di industri AMDK.
Di bawah AQUA, merek Le Minerale memperoleh skor 35,4 persen, sementara merek lain seperti Cleo, Vit, dan Hydrococo berada di kisaran sekitar 25 persen.
Sejumlah inisiatif keberlanjutan dinilai menjadi faktor yang memperkuat persepsi positif terhadap AQUA.
Selain penggunaan galon guna ulang, perusahaan juga mengembangkan berbagai inovasi kemasan yang lebih ramah lingkungan, termasuk botol berbahan plastik daur ulang serta desain kemasan yang menggunakan plastik lebih ringan untuk mengurangi dampak lingkungan.
Laporan tersebut mencatat meningkatnya kesadaran konsumen terhadap isu lingkungan turut mendorong perusahaan memperkuat praktik keberlanjutan, mulai dari pengelolaan sumber air, efisiensi proses produksi, hingga pengurangan dampak kemasan terhadap lingkungan.
Kesadaran publik terhadap isu sampah plastik juga terus meningkat seiring bertambahnya volume sampah di berbagai tempat pembuangan akhir (TPA).
Data Sistem Informasi Pengelolaan Sampah Nasional (SIPSN) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan mencatat timbulan sampah nasional mencapai sekitar 36 juta ton pada 2024 dari 342 kabupaten/kota, dengan 19,59 persen diantaranya merupakan sampah plastik.
Sementara pada 2025, data sementara dari 249 kabupaten/kota menunjukkan timbulan sampah mencapai sekitar 25 juta ton, dengan 20,45 persen merupakan sampah plastik.
Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah seiring proses penghitungan yang masih berjalan.
Kondisi tersebut mendorong pentingnya penggunaan kemasan yang lebih berkelanjutan, termasuk kemasan guna ulang yang dinilai mampu menekan timbulan sampah plastik.
Kepala Klaster Kajian Pembangunan Berkelanjutan Daya Makara Universitas Indonesia, Bisuk Abraham Sisungkunon, mengatakan penggunaan galon guna ulang memiliki manfaat ekologis yang signifikan dibandingkan kemasan sekali pakai.
“Penggunaan galon guna ulang dinilai jauh lebih ramah lingkungan dibandingkan galon sekali pakai,” kata Bisuk.
Tag
Berita Terkait
-
Le Minerale Raih Trusted & Popular Brand Awards, Bukti Jadi AMDK Pilihan Masyarakat
-
Dahaga Kemarau Kepung Jakarta, Halte dan Pangkalan Ojol Diusulkan Dapat Air Minum Gratis
-
Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi
-
Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan
-
Mayoritas Depot Air Minum Isi Ulang Tak Kantongi Sertifikat Layak, Bahkan Tercemar E-Coli
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
IVES 2026 Soroti EEC, Pengukuran Dampak Ekonomi Industri Event
-
5 Tanda Kasir Anda Butuh Alat Notifikasi Suara Pembayaran
-
JK Sampaikan Duka Cita atas Wafatnya Mantan PM Jepang Yasuo Fukuda
-
Menginap dan Nikmati Lebih Banyak: ibis Jakarta Raden Saleh Hadirkan Stay Longer, Enjoy More"
-
TEI 2026 Perkuat Ekspor, Ketahanan Energi, dan Ketahanan Pangan Melalui Sinergi dengan BPDP