- Decathlon menyediakan sepatu lari entry-level yang terjangkau bagi pemula untuk menunjang aktivitas fisik ringan setiap hari.
- Pengujian menunjukkan sepatu ini nyaman untuk lari santai sejauh 3-5 kilometer dengan permukaan jalan yang rata.
- Penggunaan sepatu tidak disarankan untuk intensitas tinggi atau jarak jauh karena keterbatasan bantalan dan daya tahan material.
SuaraJakarta.id - Harga sepatu lari sering jadi penghalang bagi banyak orang untuk mulai rutin olahraga. Di sisi lain, muncul pertanyaan yang cukup sering dicari, yakni apakah sepatu lari murah benar-benar cukup untuk dipakai setiap hari?
Di Decathlon, ada beberapa seri sepatu lari entry-level yang harganya jauh lebih terjangkau dibanding brand premium. Tapi apakah performanya cukup untuk lari 5 km setiap pagi? Berikut ulasannya.
Sepatu lari termurah di Decathlon biasanya hadir dengan desain yang simpel. Tidak terlalu mencolok, tetapi tetap terlihat sporty dan fungsional.
Materialnya ringan, dan saat pertama kali dipakai, terasa cukup nyaman untuk jalan cepat atau jogging ringan.
Pengujian penggunaan untuk lari 5 km menunjukkan hasil yang cukup menarik.
Untuk beberapa kilometer pertama, sepatu terasa nyaman dan tidak terlalu membebani kaki. Namun, saat mendekati jarak akhir, bantalan mulai terasa standar—tidak se-“empuk” sepatu kelas menengah ke atas.
Artinya, sepatu ini masih layak untuk lari santai bagi pemula dengan frekuensi yang ringan hingga sedang. Namun, untuk pelari intens atau jarak jauh, kenyamanannya mungkin mulai terasa terbatas.
Salah satu keunggulan paling terasa adalah bobotnya yang ringan. Ini membuat langkah terasa lebih natural, terutama bagi pemula yang baru mulai rutin lari.
Sepatu tidak terasa “menahan” kaki, sehingga lebih nyaman untuk aktivitas harian.
Baca Juga: Tips Hemat Belanja Ramadan dan Lebaran, Maksimalkan Promo Menarik dari BRI
Untuk penggunaan di jalan aspal atau pedestrian, grip sepatu tergolong cukup.
Tidak licin, dan masih stabil saat digunakan di permukaan datar. Namun, untuk trek yang lebih kompleks seperti tanjakan atau jalan tidak rata, performanya tidak sekuat sepatu running khusus.
Apakah Worth It untuk Dipakai Setiap Pagi?
Jika tujuannya adalah membangun kebiasaan lari, sepatu ini sudah lebih dari cukup.
Untuk penggunaan:
- 3–4 kali seminggu
- jarak 3–5 km
- intensitas santai
- sepatu ini masih nyaman dan layak dipakai.
Namun, jika digunakan setiap hari dengan intensitas tinggi, daya tahan dan kenyamanan jangka panjang perlu dipertimbangkan.
Sepatu lari termurah di Decathlon bukanlah sepatu “ajaib”, tetapi juga bukan sekadar murah tanpa kualitas. Untuk pemula atau yang ingin mulai rutin lari tanpa keluar biaya besar, sepatu ini adalah pilihan yang realistis.
Berita Terkait
-
Budget Cuma 500 Ribu di 2026? Ini 7 Sepatu Lari Nyaman yang Banyak Dipakai Mahasiswa
-
Masih Punya Sisa THR? Ini 7 Sepatu Lari Terbaik untuk Mulai Hidup Sehat Sekarang
-
5 Keunggulan Sepatu Lari Mills untuk Latihan Nyaman dengan Standar Timnas
-
7 Merek Sepatu Lari yang Jarang Disorot tapi Nyaman Dipakai & Ramah Kantong
-
7 Sepatu Lari di Bawah Rp1 Juta untuk Lari Harian, Nyaman dan Gak Terasa Murahan
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- Status Terbaru Anak Purbaya: Mafia Ancam Presiden Dibalik Pemecatan Bapak, Ada Foto Raja Juli
- Update Reshuffle Kabinet Hari Ini: Menlu Sugiono Dikabarkan Diganti
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
Pilihan
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
-
Kabar Buruk dari Italia: Jay Idzes Cedera 30-35 Hari Absen Bela Timnas Indonesia
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
Terkini
-
BRI Raih Penghargaan Industri Olahraga di Indonesia Sports Summit 2026
-
Siapkan Dana Pensiun Dengan BRI DPLK, Ada Bonus Saldo Rp81.000
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu