Tasmalinda
Rabu, 08 April 2026 | 23:22 WIB
cek fakta bantuan RI buat Iran
Baca 10 detik
  • Akun Facebook Udin Sanjaya menyebarkan hoaks terkait warga Indonesia yang memberikan bantuan ratusan triliun rupiah kepada Iran.
  • Hasil pemeriksaan fakta menyatakan klaim tersebut tidak memiliki sumber kredibel dan bukti transaksi yang dapat dipertanggungjawabkan.
  • Foto yang digunakan sebagai bukti pendukung klaim tersebut terdeteksi sebagai hasil rekayasa teknologi kecerdasan buatan atau AI.

SuaraJakarta.id - Jagat media sosial kembali dihebohkan dengan klaim fantastis: seorang warga Indonesia disebut-sebut menyumbangkan uang hingga ratusan miliar rupiah ke Iran.

Narasi ini langsung menyebar cepat. Bahkan, tak sedikit warganet yang percaya dan ikut membagikannya, seolah-olah ini adalah bentuk solidaritas besar dari Indonesia ke negara konflik tersebut.

Namun, benarkah kabar itu?

Narasinya: Pada Sabtu (28/4/2026) akun Facebook “Udin Sanjaya” mengunggah foto [arsip] yang mengklaim warga Indonesia bernama M Hasbi Al-Khairi menyumbangkan bantuan uang miliaran Rupiah ke Iran. 

“DEMI ISLAM!! Seorang Pengusaha Bernama M. Hasbi Al-Khairi Asal ATB Memberikan Bantuan Uang Sebanyak 548 Triliun Kepada Iran”

Hingga Rabu (8/4/2026) unggahan tersebut disukai lebih dari 70 ribu kali, menuai lebih dari 7 ribu komentar, dan dibagikan ulang lebih dari 1,9 ribu. 

Dalam unggahan yang viral, disebutkan seorang pengusaha asal Indonesia memberikan bantuan dalam jumlah luar biasa besar bahkan mencapai ratusan triliun rupiah.

Angkanya bukan hanya mengejutkan, tapi juga sulit dipercaya.

Tanpa sumber jelas, tanpa bukti transaksi, dan tanpa konfirmasi dari pihak mana pun—narasi ini justru menyebar seperti fakta.

Baca Juga: Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan

Di sinilah banyak orang mulai terjebak.

Fakta Terungkap: Tidak Ada Bukti Kredibel

Hasil penelusuran tim pemeriksa fakta menunjukkan tidak ada satu pun sumber terpercaya yang membenarkan klaim tersebut.

Tak hanya itu, gambar yang dijadikan “bukti” dalam unggahan ternyata bermasalah.

Setelah dianalisis menggunakan alat pendeteksi kecerdasan buatan, foto tersebut justru terindikasi sebagai hasil rekayasa AI, dengan tingkat probabilitas tinggi sebagai konten buatan.

Artinya, bukan hanya narasinya yang meragukan—visual pendukungnya pun tidak bisa dipercaya.

Load More