- Ondel-ondel merupakan warisan budaya masyarakat Betawi yang dulunya berfungsi sakral sebagai simbol penolak bala atau pelindung.
- Warna merah pada ondel-ondel melambangkan keberanian dan kekuatan laki-laki, sedangkan warna putih mencerminkan kelembutan serta ketenangan perempuan.
- Tampilan berpasangan antara ondel-ondel merah dan putih mencerminkan filosofi keseimbangan hidup yang harmonis bagi masyarakat Betawi.
SuaraJakarta.id - Di tengah riuhnya jalanan Jakarta, kehadiran Ondel-ondel selalu mencuri perhatian. Sosoknya besar, wajahnya tegas, dan warnanya mencolok, biasanya merah atau putih. Bagi sebagian orang, ini sekadar hiasan budaya atau hiburan jalanan. Namun di balik warna-warna itu, tersimpan makna yang jauh lebih dalam.
Tak banyak yang tahu, perbedaan warna pada ondel-ondel bukanlah kebetulan. Ia merepresentasikan filosofi kehidupan, keseimbangan, bahkan perlindungan dalam tradisi masyarakat Betawi.
Dalam budaya Betawi, ondel-ondel dulunya bukan untuk hiburan. Ia dipercaya sebagai simbol penolak bala—pelindung dari gangguan roh jahat dan energi negatif.
Biasanya, ondel-ondel ditampilkan berpasangan. Dan dari sinilah perbedaan warna mulai memiliki arti penting.
Ondel-ondel berwajah merah umumnya merepresentasikan sosok laki-laki. Ekspresinya cenderung tegas, bahkan terlihat garang.
Warna merah di sini bukan sekadar warna mencolok, tetapi melambangkan keberanian, kekuatan, ketegasan dalam melindungi. Karena itu, sosok ini sering dianggap sebagai “penjaga utama” yang siap menghadapi ancaman.
Wajah Putih: Simbol Kelembutan dan Keseimbangan
Berbeda dengan merah, ondel-ondel berwajah putih biasanya melambangkan sosok perempuan. Ekspresinya lebih lembut dan tenang.
Warna putih memiliki makna:
Baca Juga: Ondel-Ondel Hingga Monas Jadi Motif Batik Khas Jakarta, Kok Bisa?
- Kesucian
- Ketenangan
- Keseimbangan
Kehadirannya bukan untuk melawan, tetapi menenangkan dan melengkapi.
Filosofi Keseimbangan dalam Satu Pasang
Yang menarik, ondel-ondel selalu hadir berpasangan—merah dan putih. Ini bukan tanpa alasan.
Pasangan ini mencerminkan keseimbangan hidup:
- Kuat dan lembut
- Tegas dan tenang
- Maskulin dan feminin
Filosofi ini menunjukkan bahwa kehidupan tidak bisa berjalan dengan satu sisi saja. Harus ada harmoni.
Seiring waktu, fungsi ondel-ondel memang mengalami perubahan. Dari yang awalnya sakral, kini lebih sering tampil dalam acara budaya, festival, hingga hiburan jalanan di Jakarta.
Namun, meski tampil lebih “populer”, makna filosofisnya tetap melekat. Warna merah dan putih tetap dipertahankan sebagai identitas yang tidak tergantikan.
Kenapa Penting untuk Dipahami?
Berita Terkait
-
Jarang Diketahui! Cara Hemat Naik LRT & MRT Jakarta, Bisa Irit Ratusan Ribu Sebulan
-
April Paling Ajib di NOYA, Saat Musik Global Menyatu dengan Gaya Hidup Urban Jakarta
-
Lebaran Asyik di Jakarta: Keliling Dunia dalam Satu Kawasan, Tanpa Macet-macetan Keluar Kota
-
Jadwal Imsak Jakarta 20 Maret 2026: Batas Sahur di Akhir Ramadan, Catat Waktu Subuh Hari Ini
-
Cek Lokasi Salat Id Muhammadiyah Jakarta 2026, Ini yang Paling Dekat dari Rumah
Terpopuler
Pilihan
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
-
Buat Kaum dengan Upah Pas-pasan, Nabung dan Investasi Adalah Kemewahan
-
Resmi! Liliek Prisbawono Jadi Hakim MK Gantikan Anwar Usman
-
Apartemen Bassura Jadi Markas Vape Narkoba, Wanita Berinisial E Diciduk Bersama Ribuan Barang Bukti!
Terkini
-
Selama Ini Disangka Hiasan, Ternyata Ini Makna Warna Ondel-Ondel yang Sesungguhnya
-
5 Sepatu Lari yang Tetap Keren Dipakai Ngantor di Sudirman, Nyaman Seharian Tanpa Ganti Sepatu
-
Tiga Tuntutan Besar LTJ: Dari Desakan Keluar BOP Hingga Reformasi Total Pendidikan
-
Cek Fakta: Heboh Donasi Fantastis ke Iran dari Warga RI, Benarkah atau Hoaks?
-
Review Jujur Sepatu Lari Murah di Decathlon, Layakkah Dipakai Lari 5 Km Setiap Pagi di 2026?