- Kereta api eksekutif Argo Bromo Anggrek mulai beroperasi sejak 24 September 1997 untuk melayani rute Gambir hingga Surabaya Pasar Turi.
- Kereta ini dijuluki Raja Jalur Utara karena menghubungkan kota-kota besar di pesisir utara Jawa dengan waktu tempuh yang kompetitif.
- Layanan premium ini menawarkan fasilitas modern bagi penumpang serta terus melakukan pembaruan armada demi menjaga kenyamanan perjalanan jarak jauh.
SuaraJakarta.id - Nama Argo Bromo Anggrek kembali menjadi sorotan publik setelah insiden kecelakaan kereta di wilayah Bekasi Timur, awal pekan ini. Di tengah tingginya perhatian masyarakat terhadap peristiwa tersebut, banyak orang mulai mencari tahu lebih jauh tentang sejarah kereta api eksekutif yang telah melayani lintas utara Pulau Jawa selama puluhan tahun.
Jauh sebelum namanya kembali ramai diperbincangkan karena insiden terbaru, Argo Bromo Anggrek sudah lama dikenal sebagai salah satu kereta api premium di Indonesia. Di kalangan pecinta kereta api, layanan ini kerap dijuluki sebagai “Raja Jalur Utara” karena melayani salah satu lintas tersibuk dan terpenting di Pulau Jawa.
Lalu, bagaimana sejarah Argo Bromo Anggrek hingga menjadi salah satu kereta legendaris di Indonesia?
Argo Bromo Anggrek merupakan layanan kereta api eksekutif yang mulai beroperasi pada 24 September 1997. Kereta ini hadir sebagai bagian dari pengembangan layanan premium KAI untuk rute jarak jauh.
Argo Bromo Anggrek melayani perjalanan Gambir–Surabaya Pasar Turi melalui jalur utara Pulau Jawa. Jalur ini dikenal sebagai salah satu lintas paling sibuk karena menghubungkan kota-kota besar di pesisir utara Jawa.
Sejumlah kota yang dilalui antara lain Cirebon, Tegal, Pekalongan, Semarang, Bojonegoro dan Lamongan.
Pada masanya, Argo Bromo Anggrek dikenal sebagai salah satu kereta cepat dengan layanan eksklusif yang menawarkan kenyamanan lebih bagi penumpang.
Nama “Argo” sendiri identik dengan layanan kereta premium KAI, seperti Argo Lawu dan Argo Dwipangga. Sementara nama “Bromo Anggrek” dipilih untuk memberi identitas khas yang mudah diingat masyarakat.
Dijuluki ‘Raja Jalur Utara’
Baca Juga: Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
Julukan “Raja Jalur Utara” melekat pada Argo Bromo Anggrek karena kereta ini melayani salah satu jalur paling strategis di Indonesia.
Dengan waktu tempuh yang kompetitif dan jumlah pemberhentian yang relatif lebih sedikit dibanding sebagian layanan lain, kereta ini menjadi pilihan favorit kalangan pebisnis, pekerja, hingga masyarakat umum untuk perjalanan Jakarta–Surabaya.
Sebelum era maskapai penerbangan berbiaya murah berkembang pesat, Argo Bromo Anggrek menjadi salah satu moda transportasi andalan untuk perjalanan antarkota dengan waktu tempuh cepat dan fasilitas nyaman.
Saat pertama diluncurkan, Argo Bromo Anggrek termasuk salah satu kereta premium dengan fasilitas modern untuk ukuran zamannya.
Beberapa fasilitas unggulannya antara lain kursi eksekutif model reclining seat, pendingin ruangan (AC), layanan makanan dan hiburan selama perjalanan, serta dirasakan interior yang lebih nyaman dan eksklusif.
Fasilitas tersebut membuat Argo Bromo Anggrek identik dengan perjalanan jauh yang nyaman dan prestisius. Seiring perkembangan teknologi dan kebutuhan penumpang, Argo Bromo Anggrek mengalami berbagai pembaruan.
Berita Terkait
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
Bank Mandiri dan KAI Group Resmikan Implementasi QRIS Tap di Transportasi Publik: Makin Praktis!
Terpopuler
- Kenapa Maudy Ayunda Disebut Tak Napak Tanah? Ini Kronologinya
- Menteri Keuangan Purbaya Diganti Hari Ini? Wakilnya Sudah ke Istana Pakai Jas
- 3 Rekomendasi Helm Half Face Rp200 Ribuan yang Paling Dicari Bikers, Nyaman Buat Harian
- Resmi! Menkeu Purbaya Dicopot, Diganti Suahasil Nazara
- Defisit APBN 'Cuma' 0,91 Persen, Purbaya Khawatir Kementerian-Lembaga Minta Anggaran Tambahan
Pilihan
-
Purbaya Ogah Bicara Panjang Saat Sertijab Menkeu ke Suahasil: Terima Kasih Semua
-
Apa Salah Purbaya hingga Dipecat Lewat Panggilan Telepon?
-
Pejabat Kantor Pertanahan Terjaring OTT KPK di Jakarta dan Bogor
-
Dilantik Jadi Menkeu, Suahasil Akui Tak Berkomunikasi Dengan Purbaya
-
Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699
Terkini
-
5 Tahun Holding UMi, BRI Perkuat Pembiayaan dan Pemberdayaan Usaha Ultra Mikro
-
Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI
-
Wajah Baru Museum Kediri, Kini Jadi Pusat Layanan Budaya Terpadu
-
Raih Penghargaan IDX Channel 2026, BRImo Taiwan Jadi Solusi Keuangan Diaspora dan PMI
-
Kasus Dolar Singapura Palsu, Kuasa Hukum Ungkap Janji Imbalan 1.500 SGD Per Lembar