- Kereta api membutuhkan jarak pengereman panjang hingga dua kilometer akibat bobot sangat berat dan kecepatan tinggi saat melaju.
- Sistem rem pneumatik bekerja secara bertahap dan memerlukan waktu reaksi masinis untuk menanggapi kondisi darurat di lapangan.
- Faktor kondisi rel, cuaca, serta hukum fisika menyebabkan kereta tidak dapat berhenti seketika guna menjaga keselamatan penumpang.
SuaraJakarta.id - Insiden tabrakan kereta di Bekasi yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL Commuter Line membuat banyak orang bertanya-tanya: mengapa kereta api tidak langsung berhenti ketika melihat bahaya di depan?
Bagi sebagian orang, kereta api mungkin terlihat seperti kendaraan besar yang bisa direm kapan saja. Namun kenyataannya, menghentikan kereta bukan perkara menekan pedal seperti mobil atau motor. Dibutuhkan jarak pengereman sangat panjang, bahkan bisa mencapai ratusan meter hingga beberapa kilometer, tergantung kecepatan dan berat rangkaian.
Lalu, kenapa kereta api tidak bisa berhenti mendadak?
1. Bobot Kereta Sangat Berat
Satu rangkaian kereta api penumpang bisa memiliki berat ratusan ton. Untuk kereta barang, beratnya bahkan bisa mencapai ribuan ton.
Semakin besar massa benda, semakin besar gaya yang dibutuhkan untuk menghentikannya.
Secara sederhana, kereta yang melaju kencang membawa energi kinetik besar. Saat direm, energi itu tidak langsung hilang dalam hitungan detik.
2. Kecepatan Tinggi Membuat Jarak Pengereman Makin Panjang
Kereta jarak jauh seperti Argo Bromo Anggrek dapat melaju lebih dari 100 km/jam. Pada kecepatan seperti itu, kereta bisa membutuhkan jarak pengereman sekitar 800 meter hingga 1,5 kilometer untuk kereta penumpang cepat lebih dari 2 kilometer untuk kereta berat atau kondisi tertentu.
Baca Juga: Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
Semakin tinggi kecepatan, jarak pengereman bertambah drastis.
3. Sistem Rem Tidak Bekerja Seketika
Kereta api memakai sistem rem udara atau rem pneumatik. Saat masinis menarik rem, tekanan udara harus menjalar ke seluruh gerbong terlebih dahulu. Artinya, pengereman terjadi bertahap, tidak langsung serempak seperti mobil.
Inilah alasan mengapa beberapa detik pertama kereta masih tetap melaju.
4. Faktor Kondisi Rel dan Cuaca
Rel yang licin akibat hujan atau kontaminasi minyak bisa membuat roda kehilangan daya cengkeram. Meski kereta direm, laju tetap sulit berkurang cepat.
Tag
Berita Terkait
-
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
Tiket KA Jakarta-Yogyakarta Tiba-Tiba Rp135 Ribu, Pemudik Membludak hingga Tembus 104 Persen
-
KAI Jakarta Tutup 36 Perlintasan Liar Kereta Api
-
15 Bangunan Liar di Jalur Kereta Rangkasbitung Dibongkar
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas