- Kereta api membutuhkan jarak pengereman panjang hingga dua kilometer akibat bobot sangat berat dan kecepatan tinggi saat melaju.
- Sistem rem pneumatik bekerja secara bertahap dan memerlukan waktu reaksi masinis untuk menanggapi kondisi darurat di lapangan.
- Faktor kondisi rel, cuaca, serta hukum fisika menyebabkan kereta tidak dapat berhenti seketika guna menjaga keselamatan penumpang.
Karena roda kereta berbahan baja dan rel juga baja, tingkat gesekannya jauh lebih rendah dibanding ban mobil di aspal.
5. Ada Waktu Reaksi Masinis
Sebelum mengerem, masinis harus melihat kondisi bahaya, memproses informasi, mengambil keputusan,
lalu menarik rem. Waktu reaksi manusia rata-rata sekitar 1–3 detik.
Dalam 3 detik pada kecepatan 100 km/jam, kereta sudah melaju sekitar 83 meter sebelum rem bekerja maksimal.
Kenapa Kereta Tidak Pakai Rem Darurat yang Lebih Kuat?
Kereta memang memiliki rem darurat. Namun rem terlalu mendadak justru berbahaya karena bisa menyebabkan penumpang terjatuh, roda terkunci, roda selip di rel, atau gerbong anjlok.
Karena itu sistem pengereman kereta dirancang menyeimbangkan antara keselamatan dan kemampuan berhenti.
Di banyak negara, kereta modern dilengkapi sistem seperti Automatic Train Protection (ATP), Automatic Train Stop (ATS) dan Positive Train Control (PTC).
Sistem ini bisa memberi peringatan atau bahkan menghentikan kereta otomatis jika masinis terlambat merespons.
Baca Juga: Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
Karena itulah dalam investigasi kecelakaan seperti di Bekasi, KNKT biasanya akan memeriksa data kecepatan,
kapan rem diaktifkan, kondisi sistem pengereman, dan kondisi persinyalan.
Jadi, saat mendengar kabar tabrakan kereta, penting dipahami bahwa kereta api memang tidak bisa berhenti mendadak seperti kendaraan biasa.
Bukan karena remnya lemah, melainkan karena kombinasi massa sangat berat, kecepatan tinggi, sistem mekanis, serta hukum fisika membuat pengereman membutuhkan jarak sangat panjang.
Tag
Berita Terkait
-
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
-
6 Fakta Tabrakan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Gerbong Rusak Parah
-
Tiket KA Jakarta-Yogyakarta Tiba-Tiba Rp135 Ribu, Pemudik Membludak hingga Tembus 104 Persen
-
KAI Jakarta Tutup 36 Perlintasan Liar Kereta Api
-
15 Bangunan Liar di Jalur Kereta Rangkasbitung Dibongkar
Terpopuler
- 6 Pilihan HP Flagship Paling Murah, Spek Sultan Harga Teman
- 5 HP 5G Terbaru RAM 12 GB, Spek Kencang untuk Budget Rp3 Juta
- 5 Pilihan Sepatu Lari Hoka Murah di Sports Station, Harga Diskon 50 Persen
- 5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
- 5 Sepeda Listrik Jarak Tempuh Terjauh, Tahan Air dan Aman Melintasi Gerimis
Pilihan
-
Truk Tangki BBM Meledak Hebat di Banyuasin, 4 Pekerja Terbakar saat Api Membumbung Tinggi
-
RS Polri Berhasil Identifikasi 10 Jenazah Korban Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Ini Nama-namanya
-
Sempat Hilang Kontak, Ain Karyawan Kompas TV Meninggal dalam Kecelakaan KRL di Bekasi
-
4 Pemain Anyar di Skuad Timnas Indonesia untuk TC Piala AFF 2026, 2 Statusnya Debutan!
-
Korban Kecelakaan KRL Vs KA Argo Bromo Bertambah, AHY: 15 Jiwa Meninggal dan 88 Orang Luka-Luka
Terkini
-
Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP
-
Mengapa Kereta Api Sulit Berhenti Mendadak? Belajar dari Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
-
Mengenal 'Black Box' Kereta Api yang Bisa Ungkap Penyebab Tabrakan Argo Bromo Anggrek di Bekasi
-
5 Wisata Museum Ikonik di Tokyo yang Wajib Dikunjungi
-
Cek Fakta: Benarkah Megawati Sebut Guru Honorer Sampah Negara? Ini Fakta Sebenarnya