Tasmalinda
Jum'at, 29 Mei 2026 | 23:36 WIB
Jangan kredit mobil dulu, Hitung-hitungan ini membuat banyak warga Jakarta berubah pikiran.
Baca 10 detik
  • Warga Jakarta tahun 2026 mulai mempertimbangkan menyewa mobil listrik sebagai opsi hemat dibandingkan membeli kendaraan pribadi.
  • Tingginya biaya kepemilikan mencakup pajak, servis, dan depresiasi nilai yang tidak sebanding dengan frekuensi penggunaan kendaraan saat ini.
  • Pola kerja hybrid dan kemudahan transportasi umum mendorong masyarakat beralih menggunakan layanan sewa sesuai kebutuhan praktis mereka.

SuaraJakarta.id - Memiliki mobil pribadi masih menjadi impian banyak orang. Namun di Jakarta tahun 2026, ada pertanyaan baru yang mulai sering muncul, terutama di kalangan pekerja muda dan keluarga kecil yakni apakah membeli mobil masih menjadi pilihan paling hemat?

Pertanyaan itu bukan tanpa alasan. Harga kendaraan terus naik, biaya parkir semakin mahal, sementara pola kerja sebagian masyarakat sudah berubah. Banyak yang kini hanya masuk kantor beberapa kali dalam seminggu dan lebih sering bekerja secara hybrid. Dalam kondisi seperti itu, sejumlah warga Jakarta mulai melirik opsi yang dulu jarang dipertimbangkan, yakni menyewa kendaraan listrik saat diperlukan.

Bukan karena tidak mampu membeli, melainkan karena setelah dihitung-hitung, biaya yang dikeluarkan ternyata bisa lebih masuk akal.

Mobil Pribadi Tidak Hanya Soal Cicilan

Ketika seseorang memutuskan membeli mobil, biasanya yang langsung terbayang adalah cicilan bulanan. Padahal, setelah kendaraan masuk garasi, masih ada sederet biaya lain yang harus disiapkan.

Mulai dari pajak tahunan, asuransi, servis berkala, biaya parkir kantor, biaya parkir di pusat perbelanjaan, hingga penurunan nilai kendaraan yang tidak bisa dihindari.

Misalnya, seseorang membeli mobil listrik seharga Rp350 juta dengan tenor lima tahun. Cicilan bulanannya bisa mencapai jutaan rupiah.

Masalahnya, biaya tersebut tetap harus dibayar meski mobil hanya digunakan beberapa kali dalam seminggu.

Di sinilah banyak orang mulai menyadari bahwa memiliki kendaraan tidak selalu sama dengan menggunakannya secara maksimal.

Baca Juga: 10 Mobil Bensin Bekas yang Harganya Anjlok Parah Dihantam Mobil Listrik

Ketika Mobil Lebih Banyak Diam daripada Jalan

Fenomena ini cukup mudah ditemukan di kawasan perkotaan seperti Jakarta. Banyak kendaraan yang hanya dipakai saat berangkat kerja atau akhir pekan. Selebihnya, mobil lebih banyak terparkir di rumah atau gedung perkantoran.

Jika penggunaan kendaraan hanya sesekali, sebagian orang mulai bertanya apakah biaya kepemilikan tersebut sebanding dengan frekuensi pemakaiannya.

Karena alasan itulah layanan sewa mobil listrik mulai mendapatkan perhatian.

Dengan sistem harian, mingguan, bahkan bulanan, pengguna hanya membayar saat kendaraan benar-benar dibutuhkan.

Sewa Mobil Listrik Mulai Menarik Perhatian

Load More