- IAKMI menegaskan klaim galon polikarbonat menyebabkan pubertas dini tidak didukung bukti ilmiah yang kuat.
- Kandungan BPA pada galon guna ulang berada dalam batas aman dan diatur oleh regulator.
- Pubertas dini tergolong kasus langka serta lebih dipengaruhi faktor kompleks seperti lingkungan, pola makan, dan pergaulan.
Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Trilogi itu memastikan bahwa kimia BPA tidak akan bermigrasi dari galon polikarbonat ke dalam air minum tanpa panas ekstrim.
Sebabnya masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu tak berdasar terkait galon polikarbonat karena tetap aman digunakan ulang.
"Pada suhu tinggi baru komponen BPA bisa lepas dari kemasan polikarbonat. BPA tidak akan bisa lepas dari kemasan pangan tanpa panas atau energi yang besar," kata Hermawan Seftiono.
Dia mengatakan bahwa BPOM telah mengatur kandungan BPA pada kemasan pangan agar tidak melebihi batas aman sebesar 0.6 mg/kg.
Anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) ini melanjutkan, selama ini kadar BPA yang ada tidak melebihi batas aman dari BPOM.
"Sebenarnya BPA pada kemasan tidak mudah lepas, karena BPA berinteraksi dengan karbonat membentuk polimer polikarbonat," katanya.
Sebelumnya, BPOM menegaskan kalau galon guna ulang polikarbonat yang beredar di masyarakat aman untuk dipakai sebagai kemasan air.
BPOM memastikan bahwa pemakaian galon PC secara berulang tidak meningkatkan resiko migrasi BPA.
"Beberapa penelitian internasional juga menunjukkan penggunaan kemasan polikarbonat termasuk galon AMDK secara berulang tidak meningkatkan migrasi BPA," tulis BPOM dalam keterangan resmi.
BPOM mengungkapkan bahwa Kajian Otoritas Keamanan Pangan Eropa (EFSA) menyatakan belum ada risiko bahaya kesehatan terkait BPA pada galon. Hal ini dikarenakan data paparan BPA terlalu rendah untuk menimbulkan bahaya kesehatan. BPOM meminta konsumen untuk tidak ragu memakai galon guna ulang.
Berita Terkait
-
Le Minerale Raih Trusted & Popular Brand Awards, Bukti Jadi AMDK Pilihan Masyarakat
-
Dahaga Kemarau Kepung Jakarta, Halte dan Pangkalan Ojol Diusulkan Dapat Air Minum Gratis
-
Aturan BPA Makin Ketat, Industri Galon Guna Ulang Minta Waktu hingga 2031
-
Memprihatinkan! Hampir Semua Pesantren di Indonesia Belum Penuhi Standar Air Minum dan Sanitasi
-
Tren Belanja Berubah, Konsumen Lebih Pilih Produk Bernilai dan Ramah Lingkungan
Terpopuler
- Kajian UGM: Durasi Pidato Prabowo Naik Tiga Kali Lipat, Ucapan Tidak Pantas Tercatat 311 Kali
- 3 Sepatu Puma Tanpa Tali yang Nyaman Buat Jalan, Bergaya hingga Lari
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- 5 HP OPPO Terbaru di Indonesia, dari Midrange Tangguh hingga Flagship Superior
- Buntut Panjang RI Pangkas Ekspor Gas, Bahlil Kini Ketakutan Impor Pertalite Distop Singapura
Pilihan
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
-
'Partai Mahasiswa' Serbia Guncang Eropa! Kalahkan Rezim Lewat Pemilu
Terkini
-
BRI Permudah Persetujuan Transaksi Bisnis Kapan Saja Lewat Qlola Mobile
-
BRI Kartu Kredit & Kartu BRI Debit Promo Spesial Sumpah Pemuda, Ada Cashback & Diskon Belanja Hemat
-
Belajar Geologi Tak Cukup dari Buku, Mahasiswa UGM Bedah Sampel Batuan Proyek Huu
-
Polda Metro Jaya Hentikan Penyelidikan Kasus Dugaan Penipuan Kripto Timothy Ronald
-
Kualitas Pendidikan Nasional Makin Kuat, Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Terus Diperluas