- Indonesia memperkuat posisi kepemimpinan konservasi gajah Asia melalui komitmen kebijakan yang berkelanjutan sejak deklarasi Jakarta tahun 2017.
- Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2026 untuk menyelamatkan populasi dan habitat gajah di Indonesia.
- Kebijakan tersebut melibatkan sembilan kementerian serta pemerintah daerah guna memastikan koordinasi lintas sektor dalam perlindungan habitat satwa.
SuaraJakarta.id - Komunitas konservasi internasional menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu pemimpin konservasi gajah di kawasan Asia.
Penilaian tersebut disampaikan Ketua IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, Heidi Riddle. Ia mengapresiasi arah kebijakan Pemerintah Indonesia dalam memperkuat perlindungan gajah, termasuk melalui kepemimpinan Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni.
Heidi mengatakan Indonesia selama bertahun-tahun telah menunjukkan komitmen yang semakin kuat dalam upaya konservasi gajah. Salah satu tonggak penting, menurut dia, adalah penyelenggaraan Asian Elephant Range States Meeting di Jakarta pada 2017 yang menghasilkan Jakarta Declaration for Asian Elephant Conservation 2017.
"Dari perspektif global, Indonesia selama bertahun-tahun telah menunjukkan komitmen yang semakin kuat dalam konservasi gajah. Salah satu tonggak penting adalah ketika Indonesia menjadi tuan rumah Asian Elephant Range States Meeting di Jakarta pada tahun 2017 yang menghasilkan Jakarta Declaration for Asian Elephant Conservation 2017, deklarasi formal pertama yang disepakati bersama oleh seluruh negara sebaran gajah Asia sebagai komitmen regional untuk memperkuat konservasi gajah," kata Heidi, Sabtu (18/7/2026).
Menurut Heidi, Indonesia terus memperkuat kebijakan konservasi dengan mengembangkan pendekatan berbasis bentang alam (landscape-based conservation) serta mendorong kolaborasi lintas sektor sebagai bagian dari strategi perlindungan gajah.
Ia menilai penerbitan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan menjadi kelanjutan dari upaya tersebut. Kebijakan itu dinilai dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menjaga habitat gajah di Indonesia.
"Atas nama IUCN SSC Asian Elephant Specialist Group, kami menegaskan kembali komitmen untuk terus mendukung Pemerintah Indonesia melalui berbagi pengalaman, pengetahuan ilmiah, serta keahlian para anggota kami dari berbagai negara sebaran gajah Asia," ujarnya.
Heidi optimistis Indonesia akan terus memainkan peran penting dalam konservasi gajah di tingkat regional dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam upaya melindungi gajah Asia.
"Kami meyakini Indonesia akan terus memainkan peran penting sebagai salah satu pemimpin konservasi gajah di kawasan, sekaligus memberikan inspirasi bagi negara-negara lain dalam membangun masa depan yang lebih baik bagi gajah Asia," katanya.
Baca Juga: Konsumen Semakin Peduli Lingkungan, Industri Air Minum Dituntut Berbenah
Meski demikian, Heidi menekankan bahwa keberhasilan kebijakan konservasi tidak dapat dicapai dalam waktu singkat. Menurut dia, penerjemahan kebijakan menjadi hasil nyata di lapangan membutuhkan waktu, konsistensi, dan kolaborasi dari seluruh pemangku kepentingan.
Ia menilai fondasi kebijakan yang telah dibangun pemerintah saat ini menjadi modal penting untuk memberikan optimisme terhadap masa depan konservasi gajah di Indonesia.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menerbitkan Inpres Nomor 8 Tahun 2026 tentang Penyelamatan Populasi dan Habitat Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan. Kebijakan tersebut menjadi langkah pemerintah untuk memperkuat perlindungan satwa liar sekaligus memastikan pembangunan nasional tetap berjalan secara berkelanjutan.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengatakan Inpres tersebut mengatur keterlibatan berbagai sektor dalam upaya menyelamatkan populasi dan habitat gajah.
Pernyataan itu disampaikan Raja Juli saat melakukan panggilan video dengan anak gajah bernama Nona Seroja di Taman Nasional Tesso Nilo, Riau, pada 10 Juli 2026.
"Hari ini tanggal 10 Juli ulang tahunnya Nona Seroja. Selamat ulang tahun untuk Nona Seroja. Ada kabar gembira untuk Nona Seroja, Bang Domang, Gajah Sumatra dan Gajah Kalimantan telah terbit Instruksi Presiden untuk penyelamatan populasi gajah dan habitat Gajah Sumatra dan Kalimantan," ujar Raja Juli.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
- 5 Parfum Wanita Terbaik untuk Acara Malam, Wanginya Elegan dan Memikat
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Wellness Experience 2026 Hadirkan Festival Wellness Terbesar di Jakarta, Pakai Lokasi Hutan Kota
-
Kebijakan Menhut Dinilai Perkuat Posisi Indonesia dalam Konservasi Gajah Dunia
-
BRI Taipei Optimalkan Layanan Perbankan Bagi Pekerja Migran dan Diaspora
-
Nobar Piala Dunia 2026 BRI di Medan-Jakarta Hadirkan Pengalaman Premium Bagi Nasabah dan Mitra
-
Bukan Sekadar Bangun Hunian, Pengembangan Kota Mandiri Mengarah Penyediaan Fasilitas