Ronald Seger Prabowo
Kamis, 22 Oktober 2026 | 09:00 WIB
Agung Sedayu Group (ASG) mengadaptasi metode Miyawaki sebagai strategi penghijauan dalam pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2). [Suara.com/dok]
Baca 10 detik
  • Agung Sedayu Group menerapkan metode Miyawaki untuk penghijauan kawasan pesisir Pantai Indah Kapuk 2.
  • Teknik penanaman berkerapatan tinggi ini memadukan berbagai jenis tanaman untuk menyeimbangkan ekosistem tanah.
  • Integrasi pola penanaman dengan kontur lahan bertujuan mengoptimalkan ruang hijau demi keberlanjutan lingkungan PIK2.

SuaraJakarta.id - Agung Sedayu Group (ASG) mengadaptasi metode Miyawaki sebagai strategi penghijauan dalam pengembangan kawasan Pantai Indah Kapuk 2 (PIK2).

Teknik yang diperkenalkan ahli botani Jepang Akira Miyawaki tersebut menggunakan sistem penanaman berkerapatan tinggi dengan memadukan berbagai jenis tanaman.

Pendekatan ini bertujuan membangun komunitas vegetasi yang saling berinteraksi, sekaligus mendukung pembentukan lingkungan hijau yang lebih beragam.

Landscape Designer ASG Fathma Diansari Lubis mengatakan, metode tersebut dipilih dengan mempertimbangkan kebutuhan penghijauan dan karakteristik lingkungan kawasan.

Menurut dia, setiap jenis vegetasi memiliki kemampuan berbeda dalam menyerap unsur hara dan beradaptasi terhadap kondisi tanah.

“Keragaman spesies ini juga menciptakan interaksi yang berbeda terhadap kondisi tanah,” kata Fathma, Kamis (22/10/2026).

Dia menjelaskan, kombinasi berbagai jenis tanaman diharapkan mampu menciptakan dinamika tanah yang lebih aktif dan mendukung keseimbangan ekosistem.

Hal tersebut menjadi perhatian dalam pengembangan PIK2 yang memiliki tantangan lingkungan pesisir, termasuk pengaruh salinitas.

ASG pun mengadaptasi metode Miyawaki dengan mempertimbangkan kemampuan masing-masing tanaman dalam menghadapi kondisi lingkungan tersebut.

Baca Juga: PIK Experience Permudah Pengunjung Temukan Destinasi Wisata dan Aktivitas di Pesisir Jakarta

Fathma menuturkan, strategi penghijauan ini tidak hanya berfokus pada jumlah pohon yang ditanam, tetapi juga bagaimana tanaman dapat tumbuh sebagai satu komunitas vegetasi.

“Setiap jenis vegetasi memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyerap mineral dan unsur hara, sehingga secara bersama-sama dapat membentuk dinamika tanah yang lebih aktif dan ekosistem yang lebih seimbang,” ujarnya.

Inovasi lain yang diterapkan ASG ialah mengintegrasikan pola penanaman dengan kontur kawasan.

Penanaman dilakukan melalui pengaturan secara horizontal maupun vertikal dengan memanfaatkan perbedaan elevasi lahan.

Cara tersebut dirancang untuk membentuk komposisi vegetasi yang lebih dinamis serta mengoptimalkan fungsi ruang hijau.

ASG menempatkan metode Miyawaki sebagai salah satu pendekatan lanskap untuk mendukung pengembangan kawasan yang berorientasi pada kenyamanan dan keberlanjutan lingkungan.

Load More