Tasmalinda
Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB
Truk molen berwarna merah yang terlibat kecelakaan maut di Jalan Cut Mutia, Rawalumbu, Kota Bekasi,
Baca 10 detik
  • Truk molen menabrak warga di halte Jalan Cut Mutia, Bekasi, pada Minggu sore, 1 November 2026.
  • Insiden maut akibat dugaan rem blong tersebut menyebabkan enam orang tewas dan enam lainnya mengalami luka-luka.
  • Polisi telah mengamankan pengemudi truk dan saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan tersebut.

SuaraJakarta.id - Enam orang meninggal dunia setelah sebuah truk molen bermuatan adonan semen menabrak warga yang sedang menunggu bus di halte Jalan Cut Mutia, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Jawa Barat, Minggu (1/11/2026) sore.

Kecelakaan yang terjadi sekitar pukul 16.30 WIB itu juga menyebabkan enam orang lainnya mengalami luka-luka. Dugaan sementara, truk kehilangan kendali saat melintasi jalan menurun karena mengalami gangguan pada sistem pengereman.

Peristiwa tersebut menyisakan pertanyaan mengenai keselamatan kendaraan berat yang melintasi jalan perkotaan, terutama ketika berada di jalur menurun dan berdekatan dengan fasilitas publik seperti halte.

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polres Metro Bekasi Kota, Iptu Rojali, menjelaskan truk melaju dari arah Universitas Muhammadiyah Indonesia menuju Rawa Panjang.

Berdasarkan keterangan awal pengemudi dan sejumlah saksi, kendaraan mulai tidak terkendali ketika melintasi turunan jembatan di depan kampus Universitas Bina Sarana Informatika (BSI).

Pengemudi mengaku tidak dapat menghentikan kendaraan karena sistem pengereman tidak berfungsi.

Sebelum menghantam warga, sopir sempat berupaya menghentikan laju truk dengan mengarahkannya ke tembok gerbang kampus BSI. Namun, upaya tersebut tidak berhasil.

Truk bermuatan adonan semen itu kemudian menabrak 12 orang yang sedang berada di halte untuk menunggu bus.

Enam orang meninggal dunia, termasuk anak-anak

Baca Juga: Cara Refund Tiket Kereta Api 100 Persen Imbas Kecelakaan di Bekasi, Bisa Lewat HP

Dari total 12 korban, enam orang dinyatakan meninggal dunia dan enam lainnya mengalami luka-luka. Polisi menyebut korban terdiri atas perempuan, laki-laki, hingga anak-anak. Para korban kemudian dievakuasi ke sejumlah rumah sakit di Kota Bekasi.

Satu korban meninggal dunia dibawa ke RS Siloam Rawa Panjang, sementara lima korban lainnya dievakuasi ke RSUD Kota Bekasi.

Adapun enam korban luka-luka mendapatkan perawatan di RS Juwita dan RS Siloam Rawa Panjang.

Besarnya jumlah korban menunjukkan dampak fatal ketika kendaraan berat kehilangan kendali di kawasan yang masih digunakan masyarakat untuk beraktivitas dan menunggu transportasi umum.

Dugaan gangguan pengereman menjadi salah satu aspek yang perlu didalami dalam penyelidikan kecelakaan tersebut.

Namun, penyebab teknis kendaraan belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan pengakuan awal pengemudi. Pemeriksaan lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui kondisi sistem rem, kemungkinan kebocoran angin, serta faktor lain yang dapat menyebabkan kendaraan kehilangan kendali.

Load More