Dari target 35 pembangunan Puskesmas, Reza mengklaim periode kepemimpinan Airin dan Benyamin telah berhasil merealisasikan 31 Puskesmas dan sisanya sedang dibangun, juga sedang menambah 2 Rumah Sakit tipe C yang akan berlokasi di wilayah Serpong Utara dan Pondok Aren.
Reza menjelaskan saat ini Pemkot Tangsel juga sedang fokus pada penekanan angka kematian ibu hamil.
Dengan adanya puskesmas ini dia berharap bahwa program tersebut bisa terlaksana dengan baik, melalui puskesmas, pelayanan imunisasi terhadap bayi dan balita diharapkan semakin maksimal.
"Bu Airin selalu menyampaikan bahwa setiap masyarakat harus mendapatkan hak pelayanan kesehatan. Dengan membangun Puskesmas di level kelurahan, kita bisa lihat bagaimana komitmen pelayanan kesehatan Pemkot Tangsel terhadap masyarakat. Sudah gratis, hanya menunjukan e-KTP, warga bisa dilayani dan puskesmas-nya dekat dengan rumah tinggalnya. Ini bukti preferensi terhadap wong cilik, ini fakta," ujarnya.
Baca Juga:TOK! 5 Paslon Pilkada Banten 2020 Langgar Protokol Kesehatan COVID-19
Diberitakan sebelumnya, calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menemukan tidak adanya rumah sakit daerah dengan kelas A/B di Tangsel.

Temuannya itu menjadi ironi karena membuktikan adanya permasalahan serius dalam pembangunan dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Hal tersebut diketahui wanita yang akrab disapa Sara itu saat hendak melakukan tes kesehatan untuk keperluan Pilkada Serentak 2020.
Karena fasilitasnya tidak memadai, tes kesehatan itu terpaksa dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang.
"Ironis, Kota Tangsel tidak memiliki rumah sakit daerah (RSUD) kelas A/B, sehingga pemeriksaan hari ini dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang," kata Sara dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2020).
Baca Juga:Berkeliaran di Tangsel Tak Pakai Masker Bakal Didenda Rp 50 Ribu
Temuan itu jelas membuatnya sedih. Apalagi ia mendapati RSUD Kota Tangsel ternyata sudah turun kelas.
"Hal ini menunjukkan ada masalah serius terkait pembangunan dan pelayanan di Kota Tangsel, dan yang bikin makin sedih, yang saya baca RSUD Tangsel turun kelas dari C ke D," ungkap politikus Partai Gerindra itu.
Saraswati juga menyoroti kasus-kasus korupsi di Tangsel, khususnya yang terkait dengan alat kesehatan.
Kalau misalkan terpilih menjadi Wakil Wali Kota Tangsel, Sara berjanji bakal memberantas kasus korupsi serupa.
Selain itu ia pun bakal membangun sebuah sistem pencegahan supaya korupsi tidak kembali terjadi. Sistem itu akan dibuat dengan transparan dan akuntabel.
"Sesuai misi Muhamad-Saraswati, Kota Tangsel yang transparan, akuntabel, nyata pengabdiannya bukan korupsinya, gotong royong, sejahtera warganya, elok kotanya dan luhur budinya," ucapnya.