SuaraJakarta.id - Tim Komunikasi Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Benyamin Davnie dan Pilar Saga Ichsan, menyayangkan kritik Rahayu Saraswati Djojohadikusumo yang menyatakan tidak adanya rumah sakit daerah dengan kelas A/B di Tangsel.
Menurut Tim Komunikasi Ben-Pilar, Reza Ahmad, pernyataan Saraswati yang notabene juga calon Wakil Wali Kota Tangsel, merupakan kampanye negatif.
Terlebih, lanjut Reza, pernyataan itu disampaikan Saraswati saat seluruh paslon Pilkada Tangsel 2020 melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Kabupaten Tangerang di Kota Tangerang.
Reza Ahmad menilai Saraswati yang juga keponakan dari Menteri Pertahanan Prabowo Subianto abai dengan data dan membuat kesimpulan yang salah.
Baca Juga:TOK! 5 Paslon Pilkada Banten 2020 Langgar Protokol Kesehatan COVID-19
"Itu Ibu padahal sedang bareng-bareng diperiksa dan foto-foto bersama, bukannya konsentrasi ke pemeriksaan kesehatan malah sibuk kampanye negatif, mana datanya salah lagi. Dia harus banyak membaca data," ujar Reza dalam keterangan tertulisnya, Rabu (9/9/2020).
Reza menyampaikan bahwa Tangsel merupakan daerah pemekaran baru. Jadi wajar kalau belum ada RSUD yang tipe A atau tipe B.
Di Banten menurutnya memang tidak ada satupun RSUD yang tipe A.
RSUD Kabupaten Tangerang bahkan yang jadi tempat pemeriksaan kesehatan para bapaslon peserta Pilkada Tangsel merupakan rumah sakit tipe atau kelasnya adalah B.
"Bu Saras itu tahu nggak berapa usia RSUD Kabupaten Tangerang? Itu usianya sudah 56 tahun. Bahkan lokasinya saja berada di Kota Tangerang," ujar Reza.
Baca Juga:Berkeliaran di Tangsel Tak Pakai Masker Bakal Didenda Rp 50 Ribu
"Di Kota Tangerang sendiri ada RSUD tapi kelasnya masih sama dengan RSUD Tangsel yaitu kelas B. Jadi mengaitkan belum adanya RSUD kelas A di Tangsel dengan kegagalan Pemkot Tangsel mengelola bidang kesehatan adalah logika sesat. Tidak nyambung, maksain dikait-kaitkan," tambahnya.
Tim Komunikasi Ben-Pilar juga membantah pernyataan Saraswati bahwa RSUD Tangsel telah turun kelas jadi tipe D.
Mengutip dari laman resmi Badan PPSDM Kesehatan, Reza menyatakan tipe RSUD Tangsel adalah kelas C sama seperti RSUD Kota Tangerang.
Bahwa pernah direkom oleh Kemenkes menjadi kelas D, itu sudah disanggah.
Menurutnya, RSUD Tangsel justru sedang berbenah, menambah gedung baru, menambah kapasitas tempat tidur dan alat kesehatan mutakhir serta meningkatkan SDM secara serius.
Reza menambahkan, Tangsel yang merupakan kota termuda di Provinsi Banten, selama periode kepemimpinan Airin Rachmi Diany - Benyamin Davnie, berhasil meningkatkan tingkat kepuasan pelayanan kesehatan. Terutama kepuasan masyarakat yang menikmati fasilitas Puskesmas.
Dari target 35 pembangunan Puskesmas, Reza mengklaim periode kepemimpinan Airin dan Benyamin telah berhasil merealisasikan 31 Puskesmas dan sisanya sedang dibangun, juga sedang menambah 2 Rumah Sakit tipe C yang akan berlokasi di wilayah Serpong Utara dan Pondok Aren.
Reza menjelaskan saat ini Pemkot Tangsel juga sedang fokus pada penekanan angka kematian ibu hamil.
Dengan adanya puskesmas ini dia berharap bahwa program tersebut bisa terlaksana dengan baik, melalui puskesmas, pelayanan imunisasi terhadap bayi dan balita diharapkan semakin maksimal.
"Bu Airin selalu menyampaikan bahwa setiap masyarakat harus mendapatkan hak pelayanan kesehatan. Dengan membangun Puskesmas di level kelurahan, kita bisa lihat bagaimana komitmen pelayanan kesehatan Pemkot Tangsel terhadap masyarakat. Sudah gratis, hanya menunjukan e-KTP, warga bisa dilayani dan puskesmas-nya dekat dengan rumah tinggalnya. Ini bukti preferensi terhadap wong cilik, ini fakta," ujarnya.
Diberitakan sebelumnya, calon Wakil Wali Kota Tangsel Rahayu Saraswati Djojohadikusumo menemukan tidak adanya rumah sakit daerah dengan kelas A/B di Tangsel.

Temuannya itu menjadi ironi karena membuktikan adanya permasalahan serius dalam pembangunan dan pelayanan kesehatan di daerah tersebut.
Hal tersebut diketahui wanita yang akrab disapa Sara itu saat hendak melakukan tes kesehatan untuk keperluan Pilkada Serentak 2020.
Karena fasilitasnya tidak memadai, tes kesehatan itu terpaksa dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang.
"Ironis, Kota Tangsel tidak memiliki rumah sakit daerah (RSUD) kelas A/B, sehingga pemeriksaan hari ini dilakukan di RSUD Kabupaten Tangerang," kata Sara dalam keterangan tertulisnya, Selasa (8/9/2020).
Temuan itu jelas membuatnya sedih. Apalagi ia mendapati RSUD Kota Tangsel ternyata sudah turun kelas.
"Hal ini menunjukkan ada masalah serius terkait pembangunan dan pelayanan di Kota Tangsel, dan yang bikin makin sedih, yang saya baca RSUD Tangsel turun kelas dari C ke D," ungkap politikus Partai Gerindra itu.
Saraswati juga menyoroti kasus-kasus korupsi di Tangsel, khususnya yang terkait dengan alat kesehatan.
Kalau misalkan terpilih menjadi Wakil Wali Kota Tangsel, Sara berjanji bakal memberantas kasus korupsi serupa.
Selain itu ia pun bakal membangun sebuah sistem pencegahan supaya korupsi tidak kembali terjadi. Sistem itu akan dibuat dengan transparan dan akuntabel.
"Sesuai misi Muhamad-Saraswati, Kota Tangsel yang transparan, akuntabel, nyata pengabdiannya bukan korupsinya, gotong royong, sejahtera warganya, elok kotanya dan luhur budinya," ucapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Sara juga bertekad bakal membawa RSUD Tangsel menjadi rumah sakit kelas A serta meningkatkan kualitas puskesmas yang ada.
"Kami akan upgrade RSUD Tangsel menjadi Rumah Sakit Kelas A dan juga meningkatkan kualitas alat-alat kesehatan dan pelayanan di puskesmas-puskesmas di Tangsel," pungkas Saraswati.