- Seorang pegawai toko roti di Cengkareng tewas dibacok pelaku akibat bersenggolan sepeda motor, Senin (4/5).
- Korban sempat memohon maaf namun pelaku yang membawa senjata tajam tetap melakukan aksi kekerasan tersebut.
- Polisi berhasil menangkap pelaku di wilayah Bogor pada malam hari guna proses hukum lebih lanjut.
SuaraJakarta.id - Kasus pembacokan yang menewaskan pegawai toko roti di Cengkareng, Jakarta Barat, menyita perhatian publik. Peristiwa ini bukan hanya karena berujung maut, tetapi juga karena dipicu hal yang sangat sepele: senggolan.
Berikut fakta-fakta yang terungkap dari kejadian tersebut:
1. Berawal dari Senggolan Sepeda Motor
Insiden bermula saat korban tanpa sengaja menyenggol motor pelaku.
Baca Juga:Detik-Detik Ledakan Cengkareng Terekam CCTV: Puslabfor Turun Tangan Ungkap Penyebab!
Hal kecil itu ternyata memicu emosi pelaku hingga berujung tindakan kekerasan.
Kasat Reskrim Polres Sipayung Metro Jakarta Barat AKBP Arfan Zulkan saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Selasa, mengatakan bahwa pelaku ditangkap di daerah Bogor pada Senin (4/5) sekira pukul 23.00 WIB.
"Sudah ditangkap semalam, pukul 23.00 WIB di daerah Bogor," kata Arfan.
Dalam insiden tragis tersebut, kata dia, polisi tidak menemukan motif dendam lama dari pelaku. Pembacokan maut itu rupanya hanya dipicu hal sepele, yakni sepeda motor pelaku tak sengaja tersenggol korban yang tengah berjalan.
"Jadi, katanya (pelaku) korban nyenggol motornya (pelaku). Si pelaku ini emosi (marah). Bahasanya, (pelaku) 'kamu tuh, rusak motor saya'," kata Arfan menirukan perkataan pelaku.
Baca Juga:BREAKING: Gudang Aksesoris Mobil di Cengkareng Ludes Terbakar!
2. Korban Sempat Meminta Maaf
Menurut keterangan polisi, korban sempat meminta maaf. Namun pelaku yang sudah emosi tidak menerima permintaan maaf tersebut.
3. Pelaku Langsung Bertindak
Pelaku yang disebut selalu membawa senjata tajam langsung melakukan pembacokan. Aksi itu terjadi di lokasi yang tidak jauh dari tempat korban bekerja.
4. Korban Sempat Minta Tolong
Saksi mata menyebut korban sempat gemetar dan meminta tolong sebelum akhirnya meninggal dunia. Momen ini menjadi salah satu bagian paling memilukan dari kejadian tersebut.