Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?

Oknum TNI kabur saat pemeriksaan kasus dugaan kekerasan anak. Investigasi awal mengarah pada celah pengawasan saat izin makan.

Tasmalinda
Selasa, 05 Mei 2026 | 23:15 WIB
Izin Makan Jadi Celah, Bagaimana Anggota TNI AD Kabur Saat Diperiksa Kasus Kekerasan Seksual Anak?
Izin makan jadi celah, bagaimana anggota TNI AD kabur saat diperiksa kasus kekerasan seksual anak?
Baca 10 detik
  • Seorang oknum TNI AD di Kendari melarikan diri saat menjalani pemeriksaan internal terkait dugaan tindak kekerasan terhadap anak.
  • Pelaku berhasil kabur dengan memanfaatkan celah izin makan yang diberikan penyidik di tengah proses pemeriksaan berlangsung.
  • Denpom XIV/3 Kendari telah menetapkan pelaku sebagai DPO dan berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Tenggara untuk melakukan pencarian.

SuaraJakarta.id - Satu momen singkat yakni izin makan yang berubah menjadi celah krusial. Seorang oknum anggota TNI AD di Kendari dilaporkan kabur saat menjalani pemeriksaan terkait dugaan kekerasan terhadap anak. Peristiwa ini bukan hanya soal pelarian, tetapi juga memunculkan pertanyaan besar yakni bagaimana hal itu bisa terjadi di tengah proses pemeriksaan?

Berdasarkan informasi yang dihimpun, terduga pelaku sebelumnya berada dalam proses pemeriksaan internal. Di tengah pemeriksaan, ia meminta izin untuk makan. Di sinilah titik kritis terjadi.

Alih-alih kembali, yang bersangkutan justru menghilang. Tidak ada indikasi perlawanan. Tidak ada pengejaran saat itu juga. Situasi yang terlihat biasa berubah menjadi awal pelarian.

Dalam praktik pemeriksaan, terutama untuk perkara sensitif, pengawasan terhadap terperiksa umumnya dilakukan secara ketat. Namun dalam kasus ini, muncul dugaan adanya kelonggaran.

Baca Juga:Cek Fakta: Viral TNI AL Tembak Fasilitas Pengeboran Minyak Ilegal Milik Malaysia, Benarkah?

Komandan Denpom XIV/3 Kendari, Haryadi Budaya Pela, membenarkan bahwa yang bersangkutan meninggalkan lokasi saat proses berlangsung. “Sudah kami tetapkan sebagai DPO dan saat ini dalam pencarian,” ujarnya.

Tak butuh waktu lama, status terduga pelaku berubah. Dari yang semula diperiksa, kini menjadi buronan. Aparat Denpom bersama Polda Sulawesi Tenggara melakukan koordinasi untuk mempercepat pencarian.

Namun fakta bahwa pelaku sempat lolos dari pengawasan menjadi sorotan tersendiri.

Kasus ini tidak hanya soal satu orang yang kabur. Lebih dari itu, ini menyentuh dua isu besar yakni perlindungan terhadap anak dan akuntabilitas dalam penegakan hukum.

Hingga kini, terduga pelaku masih dalam pencarian. Aparat mengimbau agar yang bersangkutan segera menyerahkan diri.

Baca Juga:Bagaimana Rekayasa Lalu Lintas Saat HUT TNI di Monas?

Sementara itu, publik menunggu bukan hanya penangkapan, tetapi juga jawaban bagaimana celah itu bisa terjadi dan apa yang akan diperbaiki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak