Perih Jerit Hati Driver Ojol Sambut PSBB Total Jakarta: Ya Allah...

Bisa-bisa cuma 1 penumpang didapat sehari.

Pebriansyah Ariefana | Yosea Arga Pramudita
Kamis, 10 September 2020 | 12:57 WIB
Perih Jerit Hati Driver Ojol Sambut PSBB Total Jakarta: Ya Allah...
Drivel ojek online (Suara.com/Arga)

Saat itu, Abu mengaku cuma dapat penumpang dalam sehari --- bahkan orderannya sangat jauh.

"Ya Allah, sehari dapat tiga penumpang saja sudah syukur mas. Paling mentok dua penumpang. Itu pun jaraknnya jauh, saya anter penumpang sampai Bekasi," ungkap dia.

Untuk itu, warga asal Pondok Kopi, Jakarta Timur tersebut berharap ada regulasi yang jelas terkait operasi ojek online selama masa PSBB mendatang.

Bahkan, dia berharap agar pasukan jaket hijau tetap bisa mengaspal di jalan raya dan mengangkut penumpang.

Baca Juga:Tak Mau Jatuh di Lubang yang Sama, DPR: PSBB Total Harus Lebih Baik

"Regulasi yang jelas sih pastinya. Kalau perlu, kami tetap bisa angkut penumpang, nggak cuma antar barang dan makanan saja," imbuh Abu.

Ilustrasi ojek online (ojol). (mobimoto.com/Ema Rohimah).
Ilustrasi ojek online (ojol). (mobimoto.com/Ema Rohimah).

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memutuskan untuk menarik rem darurat demi mencegah penularan corona kian meluas. Anies memutuskan untuk kembali menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang lebih ketat.

Dengan kebijakan ini, maka kegiatan yang sudah sempat diizinkan dengan pembatasan kapasitas kembali dilarang. Misalnya seperti bekerja di kantor, hingga beribadah.

"Kita semua dalam pertemuan tadi bersepakat untuk tarik rem darurat, yaitu bekerja di rumah, belajar dari rumah, dan usahakan beribadah juga dari rumah," ujar Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (9/9/2020).

Anies mengatakan, jika kebijakan ini tidak diambil, maka situasi penyebaran corona akan semakin mengkhawatirkan. Pasalnya kapasitas Rumah Sakit (RS) ICU dan tempat isolasinya, serta angka kematian begitu tinggi.

Baca Juga:Anies Terapkan PSBB Total di Jakarta, Begini Tanggapan KSP

"Kita akan terus meningkatkan kapasitas, tapi jika tidak ada pembatasan ketat, maka akan mengulur waktu dan rumah sakit akan penuh," pungkasnya.

REKOMENDASI

News

Terkini