Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pemuda Bunuh Kekasih yang Lagi Hamil, Dicekoki Sprite Campur Racun Tikus

Agung Sandy Lesmana Minggu, 13 September 2020 | 14:12 WIB

Pemuda Bunuh Kekasih yang Lagi Hamil, Dicekoki Sprite Campur Racun Tikus
Ilustrasi mayat, korban pembunuhan, mayat perempuan (shutterstock)

"...Pelaku ngaku beli racun tikus dari Padarincang, ujarnya.

SuaraJakarta.id - Polisi telah meringkus pemuda berinisial FI (27) lantaran diduga telah beraksi melakukan pembunuhan. Diduga, FI membunuh kekasihnya, EH (23) yang sedang hamil dengan cara memasukkan racun tikus ke dalam sebuah minuman.

Dikutip Suara.co dari Bantennews.co.id, setelah aksi jahatnya terkuak, FI pun sempat diamuk massa hingga babak belur. Kemarahan warga ini dipicu lantaran pelaku dipergoki tengah menyeret korban, wanita di kawasan wisata Anyer, tepatnya di bibir Pantai Cibeureum Desa Kamasan, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang.

Seusai dihakimi, warga kemudian menggelandang pelaku ke Polres Cilegon.

Kasatreskrim Polres Cilegon, AKP Maryadi mengatakan pelaku ditangkap setelah menjadi bulan-bulana warga. Sementara untuk kasus dugaan pembunuh tersebut, saat ini pihaknya masih mendalami.

Pihaknya juga telah meminta keterangan dari sejumlah saksi dan juga pelaku. Polisi juga menyita barang bukti berupa botol minuman soda dan air mineral.

“Di dalam botol sprite, diketahui terdapat air soda bercampur racun tikus. Pelaku ngaku beli racun tikus dari Padarincang,” ujarnya.

Berdasarkan kesaksian sejumlah warga Cinangka, lanjutnya, pelaku mengaku sedang ingin menyelamatkan korban yakni hendak meminumkan air laut agar korban muntah.

“Kepada warga, pelaku mengaku baru meminumkan sprite campur racun tikus ke korban. Tujuannya sih untuk mengugurkan janin. Tapi korban kejang-kejang dan tidak sadarkan diri. Makanya korban diseret ke pinggir pantai, mau diminumkan air laut biar muntah,” kata dia. 

Meski demikian, pihaknya belum mengetahui informasi secara detail saat disinggung tentang hubungan pelaku dan korban.

Maryadi menyatakan ada kemungkinan kasus tersebut masuk pada pidana pembunuhan berencana.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait