Indeks Terpopuler News Lifestyle

Andre Rosiade: Ahok Kebanyakan Bacot

Pebriansyah Ariefana | Siswanto Rabu, 16 September 2020 | 11:42 WIB

Andre Rosiade: Ahok Kebanyakan Bacot
Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (Suara.com/Ummi Saleh)

Ahok juga dinilai mengatakan hal tersebut untuk pertamina karena untuk menunjukkan kinerja sebagai komisaris utama Pertamina.

SuaraJakarta.id - Basuki Tjahja Purnama atau Ahok kebanyakan bacot. Hal itu dikatakan Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Andre Rosiade.

Andre Rosiade mengatakan Ahok kebanyakan bacot karena mempertanyakan pernyataan-pernyataan Komisaris Utama PT. Pertamina (persero) itu di salah satu channel di YouTube pada Senin (14/9/2020).

Andre menuding Ahok butuh panggung. Ahok juga dinilai mengatakan hal tersebut untuk pertamina karena untuk menunjukkan kinerja sebagai komisaris utama Pertamina.

Sebaliknya, menurut Andre, Ahok malah mendiskreditkan Pertamina.

"Jangan kebanyakan bacot, apalagi Pak Ahok orang dalam Pertamina,” kata Andre melalui pernyataan tertulis yang dikirimkan kepada Suara.com, Selasa (16/9/2020).

Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. (Suara.com/M. Yasir)
Basuki Tjahaja Purnama (BTP) alias Ahok. (Suara.com/M. Yasir)

Statement Ahok dinilai tanpa dasar. Semisal saat Ahok mengatakan Pertamina lebih suka beli blok Migas di luar negeri daripada eksplorasi dalam negeri.

Faktanya, kata dia, banyak eksplorasi dalam negeri yang telah dilakukan Pertamina.

Berikut sepenggal penyataan Andre:

Andre Rosiade usai penuhi panggilan majelis kehormatan Partai Gerindra. (Suara.com/Novian)
Andre Rosiade usai penuhi panggilan majelis kehormatan Partai Gerindra. (Suara.com/Novian)

Statement Pak Ahok ini tidak benar. Dalam data yang kami miliki dalam rangka menambah produksi di hulu, pada tahun 2019 Pertamina melakukan pengeboran sekitar 240 sumur eksplorasi dan eksploitasi dengan 800 work over.

Lebih dari 60 persen investasi di Pertamina adalah untuk Hulu Migas. Bahkan, untuk menambah cadangan, sepanjang tahun 2019 Pertamina melakukan studi seismic di 35 cekungan dengan panjang 31.114 kilometer.
Studi seismic yang dilakukan Pertamina ini merupakan studi seismic terpanjang di Asia Tenggara dalam waktu 10 tahun terakhir. Hasil studi seismic sampai menjadi produksi memerlukan waktu paling cepat 7 tahun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait