facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Petugas Pemakaman Covid-19: Sempat Takut dan Rajin Mandi Malam

Dythia Novianty Jum'at, 18 September 2020 | 07:32 WIB

Cerita Petugas Pemakaman Covid-19: Sempat Takut dan Rajin Mandi Malam
Petugas pemakaman Covid-19 di Tangsel, Aditya. [Suara.com/Wivy]

Para petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Jombang sempat merasa takut.

SuaraJakarta.id - Para petugas pemakaman jenazah pasien Covid-19 di TPU Jombang sempat merasa takut. Lantaran merasa terancam terpapar virus mematikan yang tak kasat mata itu.

Aditya (24) salah satu petugas pemakaman di TPU Jombang mengaku, awalnya dia merasa takut. Jangankan untuk menguburkan, untuk memegang peti jenazah saja nyalinya menciut.

"Sempet takut. Gotong peti aja pada enggak berani, termasuk saya. Tapi lama kelamaan, makin ke sini udah biasa aja. Mau gimana pun, ini resiko pekerjaan yang harus dijalani," katanya saat ditemui setelah selesai melakukan pemakaman, Kamis (17/9/2020).

Dari pihak keluarga, terutama sang istri dan anaknya sempat khawatir lantaran Aditya harus berjibaku memakamkan jenazah akibat Covid-19.

Baca Juga: Gawat! Lima Pejabat Pemkot Tangsel Positif Covid-19

"Istri sempat nangis sih karena khawatir kali ya. Dari orangtua juga pada khawatir, tapi merek enggak ngelarang dan cuma wanti-wanti jaga kesehatan. Terpenting istirahat cukup aja," ungkap Aditya.

Saat awal mulai memakamkan jenazah Covid-19, Aditya mengaku, sempat dijauhi oleh para tetangga sekitar. Tetapi saat ini, sudah kembali seperti biasa, lantaran dirinya sudah tes rapid dan swab dengan hasil negatif.

Meski begitu, setiap selesai pemakaman dan akan pulang ke rumah Aditya tetap merasa khawatir membawa virus corona. Terlebih, anaknya masih balita 2 tahun dan istrinya sedang hamil 6 bulan.

"Jelas khawatir banget. Makanya setiap mau pulang saya mandi dulu di kantor TPU, bersih-bersih segala macem. Nanti sampe rumah mandi lagi malem-malem. Kadang jam 9, jam 11 pernah juga mandi jam 2 malem karena hari itu lagi banyak jenazah yang dimakamkan. Besoknya paling bindeng dan pilek," tutur Aditya.

Hal senada juga dikatakan petugas lainnya Teguh (28). Dirinya harus rajin mandi malam untuk meminimalisir terpapar Covid-19 setelah pemakaman.

Baca Juga: 3 Pegawai Pemkot Tangsel Reaktif: 2 Bulan Keliling dan Geli saat Tes Swab

"Kuatir iya, takut juga iya, tapi gimana lagi. Terpenting bersih-bersih kalau habis makamin," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait