Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ponpes di Tangerang Geger, Sugiono Ngamuk Dilarang Sampaikan Pesan ke Ulama

Bangun Santoso Minggu, 27 September 2020 | 07:21 WIB

Ponpes di Tangerang Geger, Sugiono Ngamuk Dilarang Sampaikan Pesan ke Ulama
Ilustrasi penangkapan. [Suara.com/Eko Faizin]

Aksi Sugiono bikin santri di Ponpes Al Istiqlalillyah ribut, lelaki 55 tahun itu menggeber-geber sepeda motornya di area pondok

SuaraJakarta.id - Aksi nekat dilakukan Sugiono. Pria berusia 55 tahun ini mengamuk di Pondok Pesantren atau Ponpes Al Istiqlaliyyah, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten pada Sabtu (27/9/2020).

Ulah Sugiono itu memicu insiden keributan dengan santri yang ada di lokasi. Beruntung kejadian itu tak berlangsung lama karena pelaku langsung diamankan ke Polsek Pasar Kemis.

Kapolsek Pasar Kemis AKP Fikry Ardiansyah membenarkan peristiwa itu saat dikonfirmasi Suara.com, Sabtu (27/9/2020) malam.

Fikry menuturkan, pelaku diduga mengalami depresi. Indikasi itu terlihat dari ucapan pelaku yang melantur saat diinterogasi.

"Pelaku sudah kami amankan. Diduga dia depresi. Soalnya ngomongnya juga melantur," ujar Fikry.

"Jadi pelaku memaksa masuk tapi tak diizinkan santri karena gelagatnya kurang baik. Kemudian dia pergi, tapi datang kembali ingin tetap maksa masuk hingga akhirnya mengamuk," ungkapnya.

Fikry menjelaskan, pelaku memaksa masuk karena ingin menyampaikan amanah kepada ulama sekaligus pengasuh pondok pesantren KH Uci Kurtusi.

"Tapi, saat kami tanya, siapa yang mengasih amanah, dan apa isinya. Yang bersangkutan tidak mau kasih tau. Dan berbicara hal lain yang melantur," katanya.

Sejak mendapat larangan masuk Ponpes, pelaku sudah bertindak tak wajar. Dia menggeber motor yang ditungganginya di lingkungan Ponpes.

Aksi yang dilakukan Sugiono itu hanya sesaat. Dia langsung pergi keluar area ponpes. Namun, dia kembali lagi dengan niat yang sama ingin menyampaikan amanah.

"Pertama datang jam 17.00 WIB, disaat KH sedang mengajar ngaji. Tidak diizinkan. Setelah itu pelaku datang kembali sekira jam 19.00 WIB," ujarnya.

Lantaran kembali tidak diizinkan, Sugiono mengamuk dan membuat keributan dengan santri. Tak lama, Sugiono diamankan oleh Lurah Kobong Subkhi yang berada di lokasi ke Polsek Pasar Kemis.

"Dari keterangan saksi yang mengamankan pelaku, bersangkutan tidak ada membawa senjata tajam," katanya lagi.

"Keluarga pelaku dan ketua RT sudah hadir di polsek. Mereka menyebut pelaku memang mengalami tingkah laku aneh semenjak seminggu terakhir," sambungnya.

Kontributor : Ridsha Vimanda Nasution

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait