facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Muridnya Diborgol Satpol PP, Habib Nabil Kirim Surat Protes ke Bupati Bogor

Rizki Nurmansyah Jum'at, 02 Oktober 2020 | 18:11 WIB

Muridnya Diborgol Satpol PP, Habib Nabil Kirim Surat Protes ke Bupati Bogor
Seorang pengendara roda dua bernama Andi Albar saat memperlihatkan tangannya diborgol karena tidak mengguna masker di Jalan Raya Puncak Bogor Jawa Barat. (Suara.com/Andi Ahmad Sulaendi).

Andi Albar, anggota Majelis Burdah, diborgol aparat Satpol PP Kabupaten Bogor lantaran tak memakai masker.

Tak Mengedukasi

Diberitakan sebelumnya, pimpinan Majelis Burdah Miftahussalamah Habib Nabil bin Ridho Al Habsyi mengecam keras tindakan pemborgolan terhadap muridnya, Andi Albar.

Dia menyayangkan aksi anggota Satpol PP yang Andi Albar, meski diketahui melanggar aturan masker.

Habib Nabil menilai aksi yang dilakukan Satpol PP Kabupaten Bogor sudah kelewatan batas.

Baca Juga: Habib Nabil Murka Muridnya Diborgol Satpol PP saat Pakai Jaket Burdah

Dirinya menyayangkan saat Andi Albar yang mengenakan jaket Burdah diperlakukan tidak sepatutnya di muka umum.

"Habib rasa Kabupaten Bogor ini tanggap cepat dalam menjaga Covid-19 menerapkan sanksi masker, tapi tidak sepatutnya orang itu diborgol seperti seorang kriminal. Itu bukan menjadi edukasi, itu ketersinggungan yang ada nantinya," ujarnya saat dihubungi, Jumat (25/9/2020).

Sosok pria yang diborgol karena tak pakai masker di Bogor, Andi Albar. (Suara.com/Andi)
Sosok pria yang diborgol karena tak pakai masker di Bogor, Andi Albar. (Suara.com/Andi)

Habib Nabil juga mempertanyakan, kenapa yang tidak menggunakan masker ditindak dengan pemborgolan. Apakah karena memang ada lambang dari Majelis Burdah-nya.

"Dan tidak merata semuanya diborgol, ada yang baca Pancasila, push up, kan ada perbedaan. Kenapa justru seseorang itu memakai jaket Burdah dengan lambang tersebut harus diborgol, rasanya kurang etis, dan tidak menerapkan edukasi yang baik," tanya Habib.

Habib menjelaskan, cara untuk menindak pelanggar tidak menggunakan masker masih banyak, seperti dihukum denda administrasi uang atau sanksi sosial.

Baca Juga: Soroti Aksi Satpol PP Borgol Pelanggar Masker, Unpak: Udah Kelewat Batas

"Kalau pun ada hukumannya mungkin didenda, jangan sampai diborgol, yang akhirnya bisa menjatuhkan mental keluarganya. Ya kalau orang tuanya itu berpendidikan, kalau orang tuanya tidak berpendidikan, dan anaknya melakukan kesalahan dan drop, yang ada siapa yang mau bertanggung jawab?" kesalnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait