Anda Rentan Kena Kanker Payudara atau Tidak? Cek Daftar Risikonya Berikut

Sejumlah faktor mulai dari gaya hidup, pola makan, hingga berat badan bisa membuat Anda memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker payudara. Apa saja?

M. Reza Sulaiman | Dini Afrianti Efendi
Rabu, 07 Oktober 2020 | 15:14 WIB
Anda Rentan Kena Kanker Payudara atau Tidak? Cek Daftar Risikonya Berikut
Ilustrasi kanker payudara. (Dok : Istimewa)

SuaraJakarta.id - Sejumlah faktor mulai dari gaya hidup, pola makan, hingga berat badan bisa membuat Anda memiliki risiko lebih tinggi terserang kanker payudara. Apa saja?

Data ini diungkap Dokter Spesialis Penyakit Dalam sub spesialis Hematologi-Onkologi Medik, Prof. DR. dr. Aru Wisaksono Sudoyo, Sp.PD-KHOM, FACP yang juga menemukan berbagai faktor bawaan atau yang tidak bisa diubah menambah risiko pertumbuhan kanker di payudara.

"Faktor risiko yang tidak bisa diubah, usia tentunya, payudara yang padat sehingga untuk di mammogram aja sulit, usia menstruasi yang amat dini tidak bisa kita ubah," ujar Prof. Aru dalam diskusi bersama Yayasan Kanker Indonesia dan Kalbe beberapa waktu lalu.

Alasan kepadatan payudara meningkatkan risiko kanker, ini karena saat discan menggunakan mammogram, jaringan kanker banyak tertutupi oleh jaringan penahan payudara (fibrosa), dan jaringan kelenjar penghasil susu (lobus) sehingga kanker tidak terdeteksi.

Baca Juga:Diklaim Penyebab Kanker, Perusahaan Bedak Ini akan Ganti Rugi hingga Rp 2 T

Adapun risiko kanker payudara yang tidak bisa diubah menurut Prof. Aru, sebagai berikut:

  • Usia
  • Payudara padat
  • Usia menstruasi lebih awal
  • Riwayat kanker di keluarga
  • Usia menopause lebih cepat
  • Memiliki mutasi 2 gen kanker BRCA 1 dan BCRA 2

Risiko kanker payudara yang bisa diubah, sebagai berikut:

  • Merokok dan alkohol berkontribusi 30 persen.
  • Makanan baik dan tidak baik, berkontrisbusi 30 hingga 35 persen.
  • Polusi dan radiasi di udara, hanya 1 persen.
  • Pekerjaan yang meningkatkan risiko karena paparan bahan kimia, 2 persen.
  • Pernah mendapatkan terapi hormon yang bisa dicegah dan diatur, 18 hingga 20 persen.
  • Penyakit infeksi kronik, seperti kanker hati, hepatitis, kanker serviks, dan sebagainya sebesar 18 hingga 20 persen.

"Data juga menunjukkan, perempuan yang melahirkan di usia jauh lebih muda, lebih berisiko kanker payudara, pemakaian alat kontrasepsi, pemakaian hormon dengan tujuan medis yang lain," tutup Prof. Aru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak