- Amalan utama meliputi memperbanyak istighfar, taubat yang sungguh-sungguh, serta memanjatkan doa dengan penuh penghayatan.
- Ulama menganjurkan ibadah umum seperti shalat malam tanpa mengkhususkan jumlah rakaat dan membaca Al-Qur'an.
- Disarankan juga memperbanyak shalawat, melakukan muhasabah diri, serta memperbaiki hubungan sosial antar sesama manusia.
SuaraJakarta.id - Malam Nisfu Syaban dikenal luas sebagai salah satu malam istimewa dalam kalender Islam. Banyak umat Muslim mengisinya dengan berbagai bentuk ibadah. Namun, pertanyaan penting yang sering muncul adalah: amalan apa saja yang benar-benar dianjurkan dan memiliki dasar yang kuat?
Para ulama menegaskan, semangat beribadah di Malam Nisfu Sya’ban perlu disertai ilmu dan kehati-hatian, agar tidak terjatuh pada amalan yang keliru. Berikut ini amalan Malam Nisfu Sya’ban yang dianjurkan ulama, disertai dalil dan penjelasannya.
1. Memperbanyak Istighfar dan Taubat
Istighfar adalah amalan paling utama di malam-malam penuh rahmat. Banyak ulama menjelaskan bahwa Nisfu Sya’ban merupakan momentum untuk membersihkan diri dari dosa dan memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Baca Juga:Merlynn Park Hotel Jakarta Sajikan Iftar Mewah lewat "Treasure of Asian Taste"
Taubat yang dianjurkan bukan sekadar lisan, tetapi juga tekad meninggalkan dosa dan memperbaiki diri.
Dalil umum: Allah mencintai hamba yang bertaubat dan membersihkan diri.
2. Memperbanyak Doa dengan Penuh Kesungguhan
Berdoa di Malam Nisfu Sya’ban termasuk amalan yang dianjurkan. Ulama sepakat bahwa doa boleh dipanjatkan kapan saja, dan malam ini termasuk waktu yang baik untuk bermunajat.
Namun, ulama juga mengingatkan agar tidak meyakini doa dengan lafaz tertentu pasti terkabul, karena yang menentukan adalah kehendak Allah SWT.
3. Sholat Sunnah Tanpa Mengkhususkan Tata Cara
Sholat sunnah di malam Nisfu Sya’ban dianjurkan dalam bentuk shalat malam secara umum, seperti sholat sunnah mutlak atau qiyamul lail.
Baca Juga:WFH di Jakarta Diperpanjang, Ini 7 Tips Tetap Produktif Saat Hujan
Yang perlu dihindari adalah mengkhususkan jumlah rakaat tertentu, mengaitkan bacaan tertentu dengan keyakinan khusus dan karena tidak ada dalil sahih yang menetapkannya.
4. Membaca Al-Qur’an
Membaca Al-Qur’an termasuk amalan yang disepakati keutamaannya oleh para ulama. Di Malam Nisfu Sya’ban, membaca Al-Qur’an menjadi sarana menenangkan hati, memperkuat iman dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Jumlah bacaan tidak ditentukan. Sedikit tetapi tadabbur lebih baik daripada banyak tanpa penghayatan.
5. Memperbanyak Shalawat kepada Nabi
Shalawat merupakan amalan ringan dengan pahala besar. Ulama menganjurkan memperbanyak shalawat, terutama di malam-malam istimewa, karena shalawat menjadi sebab diangkatnya doa.
Amalan ini dapat dilakukan kapan saja, baik sendiri maupun di rumah.
6. Muhasabah dan Memperbaiki Hubungan Sesama
Salah satu pesan penting Malam Nisfu Sya’ban adalah membersihkan hati dari dendam dan permusuhan. Ulama mengingatkan bahwa permusuhan bisa menjadi penghalang ampunan.
Karena itu, muhasabah diri, memaafkan kesalahan orang lain, dan memperbaiki hubungan sosial termasuk amalan yang sangat dianjurkan.