- Pemprov DKI Jakarta memperpanjang kebijakan WFH dan PJJ hingga 1 Februari 2026 akibat curah hujan tinggi.
- Menetapkan jam kerja tegas, ruang kerja khusus, dan daftar prioritas harian sangat penting untuk produktivitas.
- Maksimalkan teknologi, sisipkan jeda gerak, dan jaga komunikasi rutin untuk menghindari penurunan fokus WFH.
SuaraJakarta.id - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang kebijakan work from home (WFH) dan pembelajaran jarak jauh (PJJ) hingga 1 Februari 2026 menyusul masih tingginya intensitas curah hujan di Jakarta dan sekitarnya.
Kebijakan ini diambil demi keselamatan warga, namun di sisi lain menuntut pekerja untuk kembali beradaptasi dengan ritme kerja dari rumah. Agar WFH tidak berujung pada menurunnya produktivitas, berikut tujuh tips yang bisa diterapkan selama bekerja dari rumah di tengah cuaca ekstrem.
1. Tetapkan Jam Kerja yang Tegas Sejak Pagi
Salah satu tantangan terbesar WFH adalah batas waktu kerja yang kabur. Banyak pekerja justru merasa bekerja lebih lama karena tidak ada pemisahan jelas antara jam kerja dan waktu pribadi. Untuk menghindarinya, tetapkan jam mulai dan jam selesai kerja yang konsisten setiap hari. Dengan jadwal yang jelas, tubuh dan pikiran akan lebih siap bekerja secara fokus tanpa merasa “siaga” sepanjang hari.
Baca Juga:Ayo Pakai Masker, Kualitas Udara Jakarta Kamis Pagi Masuk Kategori Tidak Sehat
2. Siapkan Ruang Kerja Khusus agar Fokus Terjaga
Bekerja dari tempat tidur atau ruang keluarga sering kali membuat konsentrasi mudah terganggu. Jika memungkinkan, sediakan satu sudut rumah khusus sebagai ruang kerja. Tidak perlu besar atau mewah, yang penting nyaman, cukup pencahayaan, dan minim gangguan. Ruang kerja khusus membantu otak membedakan kapan waktunya bekerja dan kapan waktunya beristirahat.
3. Susun Daftar Prioritas Kerja Setiap Hari
WFH membuat banyak tugas terasa menumpuk karena minim interaksi langsung. Untuk itu, biasakan menyusun daftar prioritas setiap pagi. Tentukan pekerjaan mana yang harus diselesaikan hari itu dan mana yang bisa ditunda. Dengan target harian yang jelas, pekerjaan terasa lebih ringan dan progres kerja lebih mudah dipantau.
4. Maksimalkan Teknologi untuk Kolaborasi
Baca Juga:Prakiraan Cuaca Jakarta Hari Ini Minggu 27 November: Siang dan Sore Hujan
Kerja dari rumah sangat bergantung pada teknologi. Manfaatkan aplikasi rapat daring, chat kerja, dan manajemen proyek untuk menjaga koordinasi dengan tim. Gunakan kalender digital atau pengingat tugas agar tidak ada pekerjaan yang terlewat. Teknologi bukan sekadar alat komunikasi, tetapi penopang utama produktivitas selama WFH.
5. Sisipkan Waktu Bergerak agar Tidak Lelah Mental
Hujan yang terus turun sering membuat aktivitas fisik berkurang. Padahal, duduk terlalu lama di depan layar bisa menurunkan fokus dan energi. Luangkan waktu untuk peregangan ringan, berjalan sebentar di dalam rumah, atau melakukan olahraga singkat. Aktivitas fisik sederhana terbukti membantu menjaga konsentrasi dan kesehatan selama WFH.
6. Pisahkan Urusan Rumah Tangga dari Pekerjaan
Salah satu godaan terbesar WFH adalah mengerjakan urusan rumah di jam kerja. Meski terlihat sepele, hal ini bisa memecah fokus dan membuat pekerjaan tertunda. Usahakan menyelesaikan pekerjaan rumah di luar jam kerja atau saat jeda istirahat. Dengan begitu, pekerjaan tetap berjalan lancar tanpa terganggu aktivitas lain.
7. Jaga Komunikasi Rutin dengan Atasan dan Tim