- Arus mudik dari Jawa ke Sumatera melalui Merak-Bakauheni telah dimulai, dengan 48 ribu pemudik dilaporkan telah menyeberang.
- Menteri Perhubungan memantau dan memastikan layanan penyeberangan optimal dengan mengoptimalkan operasional kapal untuk kelancaran arus.
- Pemerintah mengantisipasi puncak lonjakan arus mudik dalam beberapa hari ke depan dan mengimbau pemudik merencanakan perjalanan.
SuaraJakarta.id - Gelombang mudik dari Pulau Jawa menuju Sumatera mulai terasa. Ribuan kendaraan dan puluhan ribu penumpang terus mengalir melalui jalur penyeberangan Merak–Bakauheni dalam beberapa hari terakhir.
Data terbaru menunjukkan sekitar 48 ribu pemudik telah menyeberang ke Sumatera, menandai dimulainya lonjakan arus mudik Lebaran 2026. Aktivitas di pelabuhan pun semakin sibuk, dengan antrean kendaraan yang perlahan memadati area penyeberangan.
Pemerintah memperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah dalam beberapa hari ke depan, seiring semakin banyak masyarakat yang mulai melakukan perjalanan menuju kampung halaman di berbagai daerah Sumatera.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus memantau pergerakan arus mudik di jalur penyeberangan utama tersebut.
Baca Juga:Mudik dan Liburan Lebaran Lebih Hemat dengan Promo Spesial BRI
“Pergerakan pemudik dari Jawa ke Sumatera sudah mulai meningkat. Kami memastikan seluruh layanan penyeberangan berjalan optimal untuk melayani masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” kata Dudy saat meninjau kesiapan layanan penyeberangan menjelang Lebaran.
Peningkatan arus penyeberangan tidak hanya terlihat dari jumlah penumpang, tetapi juga dari kendaraan yang menyeberang menuju Sumatera. Sepeda motor, mobil pribadi hingga bus antarkota mulai memadati jalur menuju Pelabuhan Merak.
Situasi ini menjadi tanda bahwa arus mudik Lebaran tahun ini mulai bergerak lebih awal dibandingkan hari-hari sebelumnya.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, pemerintah bersama operator penyeberangan mengoptimalkan operasional kapal di lintasan Merak–Bakauheni.
Menurut Dudy, penambahan kapasitas layanan dan pengaturan operasional kapal dilakukan agar arus kendaraan dan penumpang tetap lancar.
Baca Juga:Catat! Jadwal One Way, Contraflow, dan Ganjil Genap Mudik Lebaran 2026
“Kami mengoptimalkan jumlah kapal yang beroperasi serta memastikan fasilitas di pelabuhan siap melayani pemudik. Dengan begitu diharapkan antrean kendaraan dapat diminimalkan,” ujarnya.
Selain itu, fasilitas pendukung di pelabuhan juga disiapkan, mulai dari ruang tunggu, area istirahat hingga layanan kesehatan bagi pemudik.
Seiring meningkatnya jumlah pemudik yang telah menyeberang, pemerintah memperkirakan puncak arus mudik di lintasan Merak–Bakauheni akan terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Lintasan ini memang menjadi salah satu jalur transportasi tersibuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Sumatera saat musim mudik Lebaran.
Karena itu, Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik serta membeli tiket penyeberangan lebih awal agar perjalanan mudik dapat berlangsung lebih aman dan nyaman. [ANTARA]