- Amalan utama meliputi memperbanyak istighfar, taubat yang sungguh-sungguh, serta memanjatkan doa dengan penuh penghayatan.
- Ulama menganjurkan ibadah umum seperti shalat malam tanpa mengkhususkan jumlah rakaat dan membaca Al-Qur'an.
- Disarankan juga memperbanyak shalawat, melakukan muhasabah diri, serta memperbaiki hubungan sosial antar sesama manusia.
7. Puasa Sunnah di Siang Hari (Bukan Kewajiban)
Puasa di pertengahan bulan Sya’ban boleh dilakukan sebagai puasa sunnah, seperti puasa Ayyamul Bidh. Namun, para ulama menegaskan bahwa puasa Nisfu Sya’ban bukan kewajiban dan tidak boleh diyakini sebagai ibadah khusus yang wajib.
Ulama sepakat, amalan terbaik di Malam Nisfu Sya’ban adalah ibadah yang umum, sederhana, dan memiliki dasar kuat. Bukan soal banyaknya ritual, tetapi lurusnya niat dan benarnya tuntunan.
Dengan memperbanyak istighfar, doa, sholat sunnah, membaca Al-Qur’an, dan memperbaiki hati, Malam Nisfu Sya’ban dapat menjadi momen perubahan—bukan sekadar rutinitas tahunan.
Baca Juga:Merlynn Park Hotel Jakarta Sajikan Iftar Mewah lewat "Treasure of Asian Taste"