Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

FPKB-PPP Minta Anies Fokus Atasi Banjir Jakarta: Jangan Sampai seperti 2019

Rizki Nurmansyah Jum'at, 16 Oktober 2020 | 21:44 WIB

FPKB-PPP Minta Anies Fokus Atasi Banjir Jakarta: Jangan Sampai seperti 2019
Anies Baswedan di pengungsian korban banjir Jakarta. (Suara.com/Fakhri)

Selain banjir, Hasbiallah juga menyoroti janji rumah DP 0 Rupiah yang menjadi salah satu andalan Anies ketika kampanye.

SuaraJakarta.id - Fraksi PKB-PPP DPRD DKI Jakarta meminta agar Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk fokus menangani banjir Jakarta di sisa masa kepemimpinannya.

Hal ini disampaikan Ketua FPKB-PPP Hasbiallah Ilyas menanggapi tiga tahun kepemimpinan Anies, Jumat (16/10/2020).

"Yang perlu dikoreksi oleh Pak Anies ini, jangan sampai di 2020 seperti kejadian 2019 banjir yang meluluhlantakkan Jakarta," ujarnya dikutip dari Antara.

Banjir itu menjadi perhatian khusus oleh pihaknya, kata Hasbiallah, mengingat curah hujan semakin tinggi di Jakarta pada akhir Oktober ini seperti yang diprediksi oleh Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Selain banjir, Hasbiallah juga menyoroti janji rumah DP 0 Rupiah yang menjadi salah satu andalan Anies ketika kampanye yang menurutnya harus dimaksimalkan lagi BUMD yang terlibat di dalamnya seperti Sarana Jaya dan Jakpro.

"Rumah DP Rp 0 sampai hari ini belum maksimal. Padahal sebelum pandemi ini seharusnya ada sesuatu yang bisa dilakukan tentang DP Rp 0. Kalau Pemprov DKI melibatkan BUMD yang ada, saya rasa cepat berhasil, karena kita tidak bisa menyerahkan program DP Rp 0 ini ke Dinas Perumahan misalnya. Dinas Perumahan tidak punya kemampuan tentang itu. Maka harus melibatkan pihak BUMD. DKI punya Jakpro, Sarana Jaya," ucapnya.

Lebih lanjut, Hasbiallah menyebut pihaknya berharap dalam dua tahun terakhir masa jabatan Anies sebagai Gubernur DKI, semua janji kampanye dapat terealisasi minimal 50 persen, bila tidak dapat terpenuhi 100 persen.

Anies pernah menjelaskan bahwa 23 janji kampanye bermula dari dasar keadilan sosial.

Janji kampanye Anies itu kemudian diterjemahkan menjadi KSD atau kegiatan strategis daerah.

Anies mengatakan KSD tersebut kemudian dibuat menjadi program kerja.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait