Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Klaster Demo, Bupati Tangerang: 8 Orang Positif saat Aksi 6-8 Oktober

Rizki Nurmansyah Rabu, 21 Oktober 2020 | 07:00 WIB

Klaster Demo, Bupati Tangerang: 8 Orang Positif saat Aksi 6-8 Oktober
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar usai rapat koordinasi di pendopo Kabupaten Tangerang, Kisamaun, Kota Tangerang, Jumat (11/9/2020). [Suara.com/Irfan Maulana]

"Artinya, delapan orang yang positif itu berpotensi menularkan kepada rekan-rekannya yang lain yang ikut serta demonstrasi pada tiga hari tersebut, ungkap Zaki.

SuaraJakarta.id - Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar khawatir kasus Covid-19 di wilayahnya naik. Ini menyusul ditemukannya kasus baru pada klaster demo.

Dikatakan Zaki pihaknya telah menemukan kasus positif dalam klaster demo yang dilakukan sejumlah elemen saat aksi tolak Omnibus Law Cipta Kerja.

"Oktober ini kita sudah berhasil temukan kasus-kasus baru, bahwa demontrasi yang dilakukan tanggal 6,7 dan tanggal 8 Oktober lalu sudah ditemukan ada klaster-klaster demonstrasi tersebut," katanya dalam Webinar di HUT Golkar ke-56, Selasa (20/10/2020).

Dari klaster demonstrasi tersebut, pihaknya menemukan delapan orang positif terpapar Covid-19.

Dijelaskan Zaki, sebelum melakukan unjuk rasa delapan orang tersebut menjalani swab test.

Namun usai demo hasilnya keluar dengan menunjukkan positif Covid-19.

"Saya tidak mau sebutkan nama delapan orang itu. Artinya, delapan orang yang positif itu berpotensi menularkan kepada rekan-rekannya yang lain yang ikut serta demonstrasi pada tiga hari tersebut," ungkap Zaki.

Ribuan buruh berdemo di depan Kantor Bupati Tangerang menolak pengesahan UU Cipta Kerja, Selasa (6/10/2020). [Suara.com/Ridsha Vimanda Nasution]
Ribuan buruh berdemo di depan Kantor Bupati Tangerang menolak pengesahan UU Cipta Kerja, Selasa (6/10/2020). [Suara.com/Ridsha Vimanda Nasution]

Ditambahkannya, jika Pemkab Tangerang terus menelusuri aktivitas delapan orang itu untuk melacak potensi penularan akibat aktivitasnya.

Termasuk juga melakukan swab test terhadap keluarga delapan orang pendemo tersebut.

"Ke mana saja mereka tanggal 6,7 dan 8 Oktober itu. Termasuk keluarganya. Ini pelacakan terus kita lakukan," tuturnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait