alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bentrok Warga dan Pembalap Liar di Gunung Sahari, Warung Kelontong Dijarah

Rizki Nurmansyah Jum'at, 23 Oktober 2020 | 16:52 WIB

Bentrok Warga dan Pembalap Liar di Gunung Sahari, Warung Kelontong Dijarah
Kondisi sebagian permukiman warga di Jalan Gunung Sahari IX yang porak-poranda akibat bentrokan antara warga dengan pebalap motor liar di Kelurahan Gunung Sahari Utara, Jumat pagi (23/10/2020). [Ist]

Warga Gunung Sahari kesal dengan ulah pebalap motor liar yang dinilai ganggu istirahat warga.

SuaraJakarta.id - Bentrok antar warga dan kelompok pembalap motor liar terjadi di Gunung Sahari Utara, Jakarta Pusat, Jumat (23/10/2020) pagi.

Warga RW 004 Gunung Sahari Utara kesal dengan ulah para pembalap liar itu yang dinilai kerap ganggu waktu istirahat warga.

"Warga Gunung Sahari Utara merasa terganggu karena tiap balapan gaduh dan bising. Ibu tuh sebenarnya sudah melapor berdasarkan keluhan warga, sudah minta dijagain sama polisi," kata Lurah Gunung Sahari Utara Yanti saat dikonfirmasi, Jumat (23/10/2020).

Menurut Yanti para pembalap motor liar itu kerap kucing-kucingan dengan polisi.

"Kemarin warga kesal dan terjadi bentrok dengan mereka," kata Yanti.

Kejadian itu merupakan puncak kekesalan warga karena kerap merasa kebisingan akibat adanya balap liar di Jalan Gunung Sahari IX.

Akibat kejadian itu banyak warga yang mengalami kerugian secara materi.

"Korban luka memang tidak ada. Cuma memang warga yang berjualan, kayak warung makanan, minuman, rokoknya diambil-ambilin. Terus warteg juga itu diambil-ambilin makanannya," paparnya.

Yanti berharap kasus ini dapat di atasi sehingga tidak ada lagi keluhan dari warga.

"Kita harap permintaan kita dari Musrembang soal speed bump bisa segera direalisasikan.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait