Rusdi menyampaikan, banyak dari pengunjung yang masuk ke dalam labirin bukan sekadar berzikir dan merenung. Tapi, ada yang sampai menangis histeris.
"Ada yang sampai dia itu menangis. Dia mengaku menangis karena dia seperti merasakan mati dan berada di dalam kubur. Tangisan itu juga karena dia merasa banyak dosa," paparnya.
Kendati demikian, Rusdi menyebut, banyak juga pengunjung yang tidak kuat sampai ke dalam lorong tempat perenungan.
"Cuma sampai pintu masuk awal, kemudian dia melihat di depan gelap tidak melanjutkan ke dalam. Dia langsung keluar lagi," paparnya.
Baca Juga:Hari Santri 2020, Probolinggo Promosikan Wisata Religi di Museum Rasulullah
Alhasil, Rusdi melanjutkan, yang bersangkutan hanya sekadar berziarah saja ke makam Syekh Ami Alfaqir dan langsung pulang.
![Masjid Agung Nurul Yaqin atau lebih dikenal dengan Masjid Pintu Seribu yang terletak di Kampung Bayur, Kelurahan Priukjaya, Kecamatan Priuk, Kota Tangerang. [Suara.com/Ridsha Vimanda Nasution]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/10/24/33329-masjid-pintu-seribu-tangerang.jpg)
Motif 999
Selain labirin, banyaknya ornament 999 menjadi penghias di Masjid Seribu Pintu ini. Tidak hanya ditembok-tembok, tapi juga di tiang, gerbang pagar dan jendela.
Menurut Rusdi, motif 999 banyak yang salah kaprah, yakni sering diartikan bahwa itu adalah tanda masjid yang pintunya kurang dari seribu.
"Padahal, 999 itu untuk melambangkan 99 sifat-sifat Allah atau Asmaul Husna dan 9 wali songo. Itu yang benar. Selama ini banyak salah mengartikan," sebutnya.
Baca Juga:Cerita di Balik Makam Sepanjang 8 Meter di Serang Banten
Selain itu, tulisan Asmaul Husna juga memenuhi setiap dinding masjid. Lengkap dengan paduan warna hijau, hitam, kuning, dan putih.