Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ricuh! Aksi Bakar Naskah UU Cipta Kerja di Gedung MK, Polisi Menghalangi

Pebriansyah Ariefana | Bagaskara Isdiansyah Selasa, 27 Oktober 2020 | 14:32 WIB

Ricuh! Aksi Bakar Naskah UU Cipta Kerja di Gedung MK, Polisi Menghalangi
Pria bertopeng bakar naskah UU Cipta Kerja di depan Gedung Mahkamah Konstitusi atau MK Jakarta. (Suara.com/Bagas)

Mereka berdemo dari perwakilan dari mahasiswa independen. Aksi pembakaran terjadi, Selasa (27/10/2020).

SuaraJakarta.id - Aksi bakar naskah UU Cipta Kerja di depan Gedung Mahkamah Konstitusi atau MK Jakarta ricuh. Polisi menghalang-halangi aksi mereka.

Mereka berdemo dari perwakilan dari mahasiswa independen. Aksi pembakaran terjadi, Selasa (27/10/2020).

Pria bertopeng bakar naskah UU Cipta Kerja di depan Gedung MK. Pembakaran naskah UU Cipta Kerja itu sebagai bentuk protes.

Berdasarkan pantauan Suara.com di lokasi awalnya terlihat pria bertopeng Salvador Dali ini berjalan kaki sambil membawa sebungkus plastik hitam berisi salinan naskah dan satu tiner dan korek api.

Setibanya di depan Gedung MK, pria tersebut kemudian mengeluarkan isi di dalam kantong plastik berwarna hitam tersebut.

Salinan naskah UU Omnibus Law Cipta Kerja itu dikeluarkan dan hendak membakarnya.

Pria bertopeng bakar naskah UU Cipta Kerja di depan Gedung Mahkamah Konstitusi atau MK Jakarta. (Suara.com/Bagas)
Pria bertopeng bakar naskah UU Cipta Kerja di depan Gedung Mahkamah Konstitusi atau MK Jakarta. (Suara.com/Bagas)

Tak lama, pengamanan dalam MK serta satu orang polisi menghampiri pria bertopeng tersebut. Aksi tersebut pun hendak digagalkan aparat.

Cekcok pun terjadi, pria bertopeng itu tak terima aksinya dihalang-halangi polisi dan beberapa orang sekuriti.

"Aksi ini merupakan penolakan kami terhadap pengambilan Judicial Review (JR) ke MK karena langkah tersebut merupakan bentuk legitimasi bahwa UU ini adalah UU yang sah. Padahal UU ini cacat formil dan prosedur," kata pria yang mengaku bernama JR Kibul di depan Gedung MK.

"Lihat aksi kami dihalang-halangi polisi. Sebentar pak saya hanya simbolik saja abis itu pulang," katanya lagi.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait