Satgas Covid-19 Cari Relawan untuk Tracing, Siapa Mau Bergabung?

Satagas Covid-19 mencari tenaga kesehatan yang mau bergabung menjadi relawan penanganan Covid-19 di bidang tracing. Apa saja kriterianya?

M. Reza Sulaiman | Luthfi Khairul Fikri
Kamis, 29 Oktober 2020 | 22:36 WIB
Satgas Covid-19 Cari Relawan untuk Tracing, Siapa Mau Bergabung?
Ilustrasi Covid-19 di Brazil. (Shutterstock)

SuaraJakarta.id - Satagas Covid-19 mencari tenaga yang mau bergabung menjadi relawan penanganan Covid-19 di bidang tracing. Apa saja kriterianya?

Koordinator Relawan Covid-19 Andre Rahadian, mengatakan terdapat lowongan untuk para sarjana kesehatan masyarakat (SKM) bergabung dalam tim relawan untuk memutus mata rantai Covid-19.

Berdasarkan data base jumlah relawan saat ini sebanyak 32.000, dan 6.500 sudah siap ditempatkan ke puskesmas yang tersebar di Indonesia, namun masih dianggap kurang. Nantinya, tenaga baru itu akan diperbantukan untuk relawan tracing (pelacakan).

"Kami mengundang para sarjana kesehatan masyarakat untuk membantu puskesmas di tempatnya sebagai relawan tracing," ujar Andre dalam pernyataannya seperti dikutip dalam laman resmi Satgas Covid-19, Kamis (29/10/2020).

Baca Juga:Daftar 12 Daerah Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Padang Ranking 1

Lebih lanjut, kata dia saat ini jumlah puskesmas ada sebanyak 1.800 yang tersebar di Indonesia. Setiap puskesmas membutuhkan lima tenaga kesehatan. Tiga di antaranya adalah aparatur sipil negara (ASN) dan dua sisanya diisi oleh relawan yang nantinya bertugas melakukan tracing.

Andre juga menerangkan relawan saat ini fokus pada perubahan perilaku agar bisa memutus mata rantai Covid-19 dengan segera.

"Hanya dengan kesadaran masyarakat dan dilakukan dengan konsisten bisa memutus penyebaran wabah virus corona," jelasnya.

Selain itu, dia juga membeberkan tantangan relawan Covid-19 dalam menjalankan tugasnya dengan bergerak dalam menjalankan aksi kemanusiaan tanpa harus berkumpul yang berpotensi menimbulkan kerumunan.

"Kali ini untuk pandemi Covid-19, kami sebagai relawan perlu bekerja secara senyap tanpa harus berkumpul. Kami juga melakukan pelatihan secara daring. Dan ini edukasi dari perubahan perilaku di masa pandemi Covid-29," tuturnya.

Baca Juga:Beri Libur Panjang Demi Pariwisata di Tengah Corona, Epidemiolog: Kan Lucu

Daftar 12 Daerah Kasus Aktif Covid-19 Tertinggi, Padang Ranking 1

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini