facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Hotel Dekat Bandara Soetta Dikabarkan Penuh, Pada Mau Jemput Habib Rizieq

Pebriansyah Ariefana Senin, 09 November 2020 | 10:13 WIB

Hotel Dekat Bandara Soetta Dikabarkan Penuh, Pada Mau Jemput Habib Rizieq
Habib Rizieq Syihab. (suara.com/Oke Atmaja)

Jelang kepulangan Habib Rizieq, diklaim kasus-kasusnya sudah tidak ada lagi di Indonesia.

SuaraJakarta.id - Hotel-hotel di kawasan Bandara Soetta dikabarkan sudah penuh dihuni pendukung Habib Rizieq Shihab. Mereka ingin menjemput Habib Rizieq yang akan sampai lewat Termina 3 Bandara Soetta, Selasa (10/11/2020) pukul 09.00 WIB.

Hal itu dikabarkan kolumnis Hersubeno Arief. Kata dia sudah banyak pendukung Habib Rizieq yang sudah bersiap memenuhi Bandara Soekarno Hatta.

“Menariknya lagi dari informasi, hotel-hotel di bandara sudah mulai penuh. Artinya kalau ada yang hendak menginap sekitar tanggal 9-10 November, diharapkan mengatur jadwal kembali,” kata Hersubeno Arief dalam saluran Youtube Rocky Gerung, disitat Senin (9/11/2020).

Sebelumnya, Pendiri Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab berangkat pulang ke Indonesia, Senin (9/11/2020) malam ini waktu Arab Saudi.

Baca Juga: Ditantang Ikut Jemput Habib Rizieq di Bandara, Begini Reaksi Mahfud MD

Jelang kepulangan Habib Rizieq, diklaim kasus-kasusnya sudah tidak ada lagi di Indonesia.

Habib Rizieq (Suara.com/Oke Atmaja)
Habib Rizieq (Suara.com/Oke Atmaja)

Hal itu dikatakan Kuasa Hukum Habib Rizieq, Sugito Atmo Prawiro mengatakan Habib Rizieq.

Semua laporan yang membuatnya dipanggil kepolisian sudah dihentikan.

"Kan sudah enggak ada kasus hukum lagi," ujar Sugito saat dihubungi Suara.com, Minggu (8/11/2020).

Menurutnya saat ini kasus yang berjalan di Indonesia hanya menjadikan Rizieq sebagai saksi, bukan terdakwa atau tersangka seperti kasus lainnya.

Baca Juga: Fadli Zon Tantang Ikut Jemput Habib Rizieq, Ini Respons Mahfud MD

Adapun Rizieq sempat ingin diperiksa karena laporan di Polda Metro Jaya terkait konten pornografi dan di Polda Jawa Barat karena dugaan penodaan Pancasila.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait