Megawati ke Mendikbud: Luruskan Sejarah 65 dan Ajaran-ajaran Bung Karno

Tak hanya itu, Megawati juga berharap Mendikbud Nadiem bisa meluruskan sejarah peristiwa pembantaian orang-orang yang dituduh komunis tahun 1965, juga melalui kurikulum.

Reza Gunadha | Stephanus Aranditio
Selasa, 24 November 2020 | 17:38 WIB
Megawati ke Mendikbud: Luruskan Sejarah 65 dan Ajaran-ajaran Bung Karno
Mendikbud Nadiem Makarim. (ANTARA/Indriani)

Presiden Sukarno, pada Desember 1965, sempat membentuk komisi pencari fakta yang diketuai Menteri Dalam Negeri Mayjen Soemarno.

Hasil laporan komisi itu mengungkap 80 ribu jiwa melayang dibantai karena dituduh anggota PKI.

Dalam buku berjudul Gerakan 30 September karya Julius Pour, disebutkan Bung Karno tak meyakini jumlah tersebut dan sempat mempertanyakannya ke anggota tim komisi, yakni Oei Tjoe Tat.

Oei Tjoe Tat mengatakan kepada Soekarno, jumlah korban pembantaian sedikitnya sekitar lima sampai enam kali lipat dari hasil temuan komisi pencari fakta.

Baca Juga:Cerita Megawati Di-lockdown Puan 9 Bulan, Cuma Boleh Bertemu Jokowi

Sementara tanggal 23 Juli 2012, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia memutuskan aneka kekerasan setelah peristiwa 30 September 64 adalah pelanggaran HAM berat.

Ketua Tim Penyelidikan Pelanggaran Kemanusiaan 1965-1966 Nur Kholis menuturkan, keputusan itu berdasarkan hasil penyelidikan yang digelar sejak tahun 2008 yang melibatkan pemeriksaan 349 saksi di seluruh daerah Indonesia.

Berdasarkan laporan Komnas HAM, rakyat Indonesia yang dibantai berkisar antara 500 ribu sampai 3 juta jiwa.

Namun, Jaksa Agung pada tahun yang sama menolak laporan Komnas HAM tersebut. Alasannya, bukti-bukti yang dipakai belum cukup untuk dilanjutkan ke tahap penyidikan.

Baca Juga:Sudah Berumur, Megawati Dilarang Bertemu Orang di Tengah Pandemi Covid-19

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini