Lahan Pemakaman Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Menipis, 40 Jenazah per Hari

Saat ini pemakaman jenazah Covid-19 dialihkan menuju TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

Rizki Nurmansyah | Yosea Arga Pramudita
Selasa, 01 Desember 2020 | 12:48 WIB
Lahan Pemakaman Covid-19 di TPU Pondok Ranggon Menipis, 40 Jenazah per Hari
Lahan pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, mulai menipis, Selasa (1/12/2020). [Suara.com/Yosea Arga Pramudita]

SuaraJakarta.id - Ketersediaan lahan pemakaman bagi jenazah Covid-19 di Taman Pemakaman Umum atau TPU Pondok Ranggon mulai menipis.

Menipisnya ketersediaan lahan pemakaman jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta Timur, khususnya sejak November 2020.

Terkait ini, Suara.com telah mencoba menghubungi menghubungi Kepala Satuan Pelaksana (Kasatpel) TPU Pondok Ranggon maupun Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta guna mengkonfirmasi hal tersebut.

Namun, hingga kini belum ada jawaban resmi terkait data penuhnya lahan pemakaman jenazah Covid-19 di TPU pondok Ranggon tersebut.

Baca Juga:Pemakaman Jenazah Tak Libatkan Warga, BPBD Jogja Pilih Optimalkan Petugas

Sementara itu, ditemui di lokasi pada Selasa (1/12/2020), salah satu petugas PJLP TPU Pondok Ranggon, Iden mengakui hal tersebut.

Menurut pria yang telah 23 tahun bekerja di TPU Pondok Ranggon, ketersediaan lahan mulai menipis sejak bulan September 2020.

"Sebenarnya lahannya tidak ada. Mulai penuh itu sejak bulan September. Bisa sampai 40 jenazah dalam sehari," ungkap Iden.

Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]
Petugas memakamkan jenazah Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Jakarta, Selasa (8/9/2020). [ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja]

Iden menambahkan, saat ini pemakaman jenazah Covid-19 dialihkan menuju TPU Tegal Alur, Jakarta Barat.

Di sana, lanjut dia, ketersediaan lahan masih mencukupi untuk menampung jenazah Covid -19.

Baca Juga:Kehabisan Stok APD, PMI Jember Hentikan Layanan Antar Jenazah Covid-19

"Kalau di sini sih tidak, kalau sekarang dialihkannya ke Tegal Alur. Karena di sana lahan masih ada. Kalau di sini sudah menipis," sambungnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini