alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Warga Pekalongan: Saya Siap Sembelih Leher Rizieq, Mencungkil Matanya

Pebriansyah Ariefana Kamis, 03 Desember 2020 | 08:51 WIB

Warga Pekalongan: Saya Siap Sembelih Leher Rizieq, Mencungkil Matanya
Pria yang akan penggal kepala Rizieq Shihab. (YouTube/HENDRI OFFICIAL)

Dalam sebuah video berdurasi 3 menitan itu, diunggah oleh channel youtube Hendri Official pada Rabu (2/12/2020).

SuaraJakarta.id - Seorang pria warga Pekalongan mengancam penggal kepala Habib Rizieq Shihab. Pria itu kesal lantaran Habib Rizieq membuaut ulah dan kekacauan setelah pulang dari Arab Saudi.

Dalam sebuah video berdurasi 3 menitan itu, diunggah oleh channel youtube Hendri Official pada Rabu (2/12/2020).

"Dan demi Allah Rasulullah, saya siap menyembelih lehernya Rizieq, mencukil matanya, atau membabat kakinya. Saya tak gentar, karena saya seorang Polri tidak akan mundur sejengkal pun," ungkapnya.

Video yang telah ditonton kurang lebih 15 ribu ini, mendapat banyak cibiran dari warganet.

Baca Juga: Kepala Habib Rizieq Mau Dipenggal karena Bikin Gaduh

Pria yang akan penggal kepala Rizieq Shihab. (YouTube/HENDRI OFFICIAL)
Pria yang akan penggal kepala Rizieq Shihab. (YouTube/HENDRI OFFICIAL)

Dalam video itu, pria itu tidak menyebutkan identitas namanya.

"Selamat pagi untuk warga Pekalongan dan sekitarnya, selamat pagi untuk warga Indonesia yang saya cintai dan saya banggakan," katanya.

"Akhir-akhir ini kita melihat ada organisasi yang bergaya preman. Bergaya jagoan. Bahkan bak seorang juara yang tidak ada tandingannya, kita semua paham siapa mereka FPI," tambahnya.

Ia mengutarakan sebagai umat muslim dan warga negara Indonesia tidak gentar sedikitpun kepada FPI dan kroni-kroninya. Jika FPI mengacaukan NKRI dirinya siap bertindak untuk penggal leher Habib Rizieq,

"Demi Allah saya siap membabat lehernya kalau sampai berulah terlalu jauh apalagi mengacaukan NKRI," jelasnya.

Baca Juga: Benci FPI Karena Kacaukan NKRI, Pria Ini Siap Penggal Kepala Rizieq Shihab

Selain itu, ia mengisahkan pengalamannya kala berurusan dengan anak petinggi FPI yang melanggar lalu lintas di Pos Monumen Pekalongan kota. Karena merasa tak terima ditilang, anak petinggi FPI itu mendatangkan massa 50 orang untuk menggeruduk pos polisi itu.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait