- Video viral menunjukkan ledakan saat wanita siaran langsung, diklaim terjadi di Dubai akibat serangan rudal Timur Tengah.
- Pemeriksaan fakta menunjukkan rekaman tersebut sebenarnya adalah peristiwa ledakan besar di Beirut, Lebanon, pada tahun 2020.
- Klaim mengenai wanita Filipina terkena rudal di Dubai adalah informasi yang salah konteks dan telah digunakan kembali secara keliru.
SuaraJakarta.id - Media sosial kembali dihebohkan oleh sebuah video dramatis yang memperlihatkan seorang wanita sedang melakukan siaran langsung (live streaming) sebelum tiba-tiba terdengar ledakan besar di belakangnya.
Video tersebut disertai narasi yang menyebut wanita asal Filipina di Dubai terkena serangan rudal di tengah memanasnya konflik Timur Tengah. Klaim ini langsung memicu kekhawatiran warganet dan dikaitkan dengan spekulasi konflik besar hingga isu Perang Dunia III.
Video itu dibagikan oleh akun TikTok “Jabarekspres” pada Senin, (02/03/2026) mengunggah video [arsip] memperlihatkan seorang wanita yang sedang melakukan siaran langsung, lalu tiba-tiba terdengar dan terlihat ledakan di sekitarnya.
Peristiwa itu diklaim sebagai seorang wanita asal Filipina yang terkena serangan rudal di Dubai. Video itu disertai dengan narasi sebagai berikut:
Baca Juga:Warga Jakarta Cek di Sini! Jadwal Buka Puasa Hari Ini 6 Maret 2026
Viral di media sosial, seorang wanita asal Filipina yang sedang live streaming di Dubai dikabarkan terkena hantaman rudal di tengah memanasnya situasi Perang di Timur Tengah. Video tersebut bikin ngeri dan bikin banyak orang khawatir dengan kondisi kawasan Selat Hormuz dan Arab Saudi, bahkan sampai dikaitkan dengan isu WW3 serta berbagai spekulasi lainnya. Semoga situasi segera mereda dan tidak ada lagi kabar mengerikan seperti ini

Namun, apakah benar video tersebut menunjukkan serangan rudal di Dubai?
Video Viral Ditonton Puluhan Juta Kali. Hingga diperiksa oleh tim pemeriksa fakta, unggahan tersebut telah ditonton lebih dari 20 juta kali, mendapat ratusan ribu tanda suka, ribuan komentar, dan dibagikan ulang oleh banyak pengguna.
Narasi yang menyertai video menyebutkan bahwa wanita yang sedang melakukan live streaming itu terkena serangan rudal di Dubai akibat konflik di Timur Tengah.
Tim pemeriksa fakta Mafindo melalui situs TurnBackHoax menelusuri potongan video tersebut menggunakan pencarian gambar.
Baca Juga:Imsak Jakarta Hari Ini 6 Maret 2026 Jam Berapa? Cek Jadwal Sahur dan Maghrib
Hasilnya menunjukkan bahwa rekaman tersebut bukan peristiwa di Dubai. Video itu ternyata sudah pernah beredar sebelumnya dan berasal dari ledakan besar di Beirut, Lebanon, pada tahun 2020.
Ledakan dahsyat tersebut terjadi di area Pelabuhan Beirut dan disebabkan oleh ammonium nitrat yang meledak di sebuah gudang penyimpanan. Peristiwa itu menewaskan sedikitnya 135 orang dan melukai ribuan lainnya.
Artinya, video yang kini beredar dipakai kembali dengan narasi berbeda sehingga menimbulkan kesan seolah-olah kejadian tersebut baru terjadi di Dubai.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, klaim bahwa video tersebut menunjukkan wanita Filipina terkena rudal di Dubai tidak sesuai dengan fakta.
Video itu sebenarnya adalah rekaman lama dari ledakan Beirut tahun 2020, sehingga narasi yang menyertainya termasuk konteks yang salah (false context).
Kasus seperti ini sering terjadi di media sosial, di mana video lama digunakan kembali dengan narasi baru untuk menarik perhatian dan memancing emosi publik.