- Tzu Chi School resmi membuka kampus baru jenjang Nursery hingga SD di kawasan Pantai Indah Kapuk 2, Rabu 15 Juli 2026.
- Sekolah menerapkan kurikulum tiga bahasa yang mengintegrasikan pencapaian akademik dengan pendidikan karakter melalui budaya humanis atau Renwen.
- Siswa mengikuti kegiatan khusus meracik teh dan merangkai bunga guna melatih ketelitian, kesabaran, serta etika dalam pembentukan karakter diri.
SuaraJakarta.id - Tzu Chi School PIK 2 menggelar grand opening gedung Early Childhood dan fasilitas tahap pertama, Rabu (15/7/2026).
Sekolah yang berlokasi di kawasan Pantai Indah Kapuk 2 itu mulai membuka jenjang Nursery hingga SD Kelas 2.
Kehadiran kampus baru tersebut memperluas akses terhadap pendidikan Tzu Chi setelah sekolah serupa beroperasi di PIK 1 sejak 2011.
Tzu Chi School PIK 2 menawarkan pembelajaran dalam tiga bahasa, yakni Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin. Pendidikan akademik itu dipadukan dengan pembentukan budi pekerti melalui budaya humanis atau Renwen.
Baca Juga:Tiga Tuntutan Besar LTJ: Dari Desakan Keluar BOP Hingga Reformasi Total Pendidikan
Konsep tersebut terlihat melalui keberadaan Ruang Renwen. Di ruangan ini, siswa mengikuti kegiatan meracik teh dan merangkai bunga sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.
Kegiatan itu mengajarkan ketelitian, ketenangan, kesabaran, etika, dan penghormatan terhadap orang lain. Setiap tahapan dilakukan secara sadar dan tidak terburu-buru.
Kepala Sekolah TK dan Kelompok Bermain Tzu Chi School Miss Iing Felicia Joe menyebut dua kegiatan itu sebagai salah satu pembelajaran khas sekolah.
"Jadi kita ada yang namanya kelas meracik teh dan kelas merangkai bunga, kedua pelajaran yang unik dari sekolah kami," ujar Iing, Jumat (17/7/2026).
Ruang Renwen menjadi bagian penting karena Tzu Chi School tidak hanya mengukur keberhasilan pendidikan dari capaian akademik.
Baca Juga:Siswa Terima MBG Fresh 5 Hari, Sementara 3B dan Daerah 3T Dapat Menu Kering
School Director Tzu Chi School PIK 2 Caroline Widjanarko mengatakan, pendidikan harus membangun kejernihan hati dan kepedulian siswa.
Menurut dia, hati yang jernih dapat menjadi fondasi kuat untuk belajar sekaligus mengarahkan kemampuan anak agar memberi manfaat bagi masyarakat.
“Kami berkomitmen memberikan pendidikan berkualitas dan seimbang dengan mengintegrasikan ketegasan akademik serta pendidikan karakter moral,” kata Caroline.
Dia menjelaskan, fondasi dalam Bahasa Indonesia, Inggris, dan Mandarin disiapkan untuk membentuk siswa yang kompeten sebagai warga global.
Pada jenjang Primary, sekolah menekankan kompetensi Bahasa Indonesia, Inggris, Mandarin, Matematika, dan Sains. Mata pelajaran olahraga, seni, teknologi informasi, serta ilmu sosial juga terintegrasi dengan pendidikan humanis Renwen.
Pembelajaran karakter juga diperkuat melalui tata krama, rasa hormat, perhatian penuh, musik, olahraga, dan kegiatan pelayanan sosial.