Rekaman Pengawal Rizieq Menangis: Senpi? Pentungan Aja Tak Ada di Mobil...

"Gak, gak ditembak di tempat. Ditembak di gedung. Kayaknya di gedung," demikian pengakuan dalam rekaman suara itu.

Reza Gunadha | Bagaskara Isdiansyah
Selasa, 08 Desember 2020 | 14:37 WIB
Rekaman Pengawal Rizieq Menangis: Senpi? Pentungan Aja Tak Ada di Mobil...
Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman (tengah) bersama Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran (kanan) dan Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Hendra Kurniawan (kiri) menunjukkan barang bukti saat memberikan keterangan pers terkait kasus penyerangan anggota kepolisian di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). [Suara.com/Angga Budhiyanto]

Munarman lantas mengkirimkan tiga voice note. Ternyata, rekaman yang dikirimkan Munarman itu sama dengan yang didapat Suara.com.

Forensik: Pakai PTT

Pakar Digital Forensik Rubi Alamsyah menilai, untuk membuktikan keaslian voice note perlu dilakukan analisis digital forensik.

"Terkait keaslian sebuah data digital seperti rekaman suara dapat diketahui dengan melakukan analisis forensik digital secara langsung ke barang bukti digital (rekaman audio) tersebut," kata Rubi saat dihubungi Suara.com.

Baca Juga:Kaitan Acara Habib Rizieq, Ade Yasin Batal Diperiksa Polda Jabar Hari Ini

Berdasar analisis Rubi, voice note total berdurasi 19 menit 46 detik itu kemungkinan merupakan hasil percakapan suara dengan menggunakan aplikasi Push to Talk atau PTT.

Aplikasi itu memudahkan beberapa orang untuk berkomunikasi seperti halnya menggunakan handy talkie (HT).

"Kemungkinan besar rekaman yang saya dengar ini merupakan komunikasi dari aplikasi PTT (Push to Talk). PTT app memungkinkan penggunanya menggunakan handphone menjadi mirip seperti fungsi Handy Talky," jelas Rubi.

"Ada fungsi recording pada aplikasi PTT, sehingga bisa merekam komunikasi yang diinginkan perekam, jadi cukup satu orang saja yang merekam," imbuhnya.

Rubi menduga rekaman itu dan juga yang dijadikan barang bukti polisi, bisa saja diperoleh dari salah satu handphone milik laskar khusus pengawal Rizieq yang tewas tertembak.

Baca Juga:Kasus Laskar FPI Ditembak Lebih Mudah Selesai Jika Semua Pihak Tahan Diri

Meski, pada akhirnya untuk membuktikan keaslian bukti tersebut perlu dilakukan analisis digital forensik.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini

Tampilkan lebih banyak