alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tanaman Hias Janda Bolong Menjadi Bisnis Menggiurkan Selama Pandemi

M. Reza Sulaiman | Luthfi Khairul Fikri Sabtu, 19 Desember 2020 | 13:38 WIB

Tanaman Hias Janda Bolong Menjadi Bisnis Menggiurkan Selama Pandemi
Tanaman Hias Janda Bolong. (Suara.com/Mohammad Fadil Zaelani)

Keterbatasan selama pandemi menyebabkan semua orang berpikir untuk keluar dari masalah terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

SuaraJakarta.id - Keterbatasan selama pandemi menyebabkan semua orang berpikir untuk keluar dari masalah terutama dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan aktivitas berkebun memanfaatkan pekarangan rumah yang masih tersisa atau areal rooftop yang dikenal dengan istilah Urban Farming.

Tren Urban Farming alias bertani dan berkebun sendiri di tengah kota meningkat selama pandemi Covid-19. Urban Farming merupakan metode pertanian kota dengan konsep berkebun di lahan yang terbatas.

Tidak hanya budidaya tanaman hias, kekinian berkebun juga dilakukan menggunakan buah hingga sayuran yang bisa dimakan, hingga tanaman hias yang bisa diperuntukan untuk bisnis seperti tanaman jenis monstera (janda bolong) yang saat ini sedang booming di masyarakat.

Baca Juga: LIVE STREAMING: Tren Urban Farming di Masa Pandemi Covid-19

Menurut salah satu pelaku urban farming & Owner Yourmonstera.id, Rini Indarto mengaku giat dengan melakukan Urban Farming ini dimulai karena senang dengan tanaman hias janda bolong ini yang dilakukannya sejak usia muda, ia pun mengaku telah memiliki puluhan tanaman hias tersebut.

“Monstera ini yang berhasil, saya pelihara dari kecil hingga bisa berkembang banyak dengan merawatnya penuh cinta," ujar Rini dalam pernyataannya pada webinar Suara.com dengan tema ‘Tren Urban Farming di Masa Pandemi Covid-19,” Jumat (18/12/2020).

Tak hanya itu, dalam merawat tanaman hiasa janda bolong ini dirinya selalu melakukan dengan mengajak berbicara dengan tanaman tersebut, karena dengan begitu membuat tanaman seolah hidup dan bisa berbicara.

Lebih lanjut, kata dia tanaman berjenis Monstera ini cenderung lebih mudah dirawat. Biasanya, tanaman janda bolong ini ia tempatkan lokasi terbuka yang terkena paparan sinar matahari.

"Perawatan tumbuhan monstera ini tergolong mudah namun tetap teratur seperti biasanya saya lakukan sekali penyiraman dalam sehari terhadap tumbuhan, tetapi dengan catatan, air nya ini hanya secukupnya dan jangan terlalu banyak air," jelansya.

Baca Juga: Cari Tahu Seluk Beluk Urban Farming Selama Pandemi, Simak di Webinar Ini

Selain itu, janda bolong cenderung tangguh dari berbagai hama dan penyakit. Bahkan, manfaat lainnya tanaman janda bolong ini dapat memperbaiki kualitas udara di dalam ruangan maupun lingkungan sekitar.

Rini juga menerangkan tumbuhan janda bolong ini dalam segi bisnis bisa menjadi investasi menggiurkan. Alasannya, karena tanaman ini memiliki banyak manfaat dan termasuk tumbuhan yang langka untuk didapat.

"Awalnya saat itu gak menyangka dan hanya mencoba-coba. Karena bingung sudah terlalu banyak tumbuhan janda bolong, anak-anak mencoba menjualnya melalui media sosial instagram tetapi tak diduga harganya cukup menggiurkan," beber dia.

"Ditambah melihat tren diminati saat ini dan harganya yang terus melonjak juga, mengoleksi Monstera bisa menjadi salah satu investasi. Apalagi kini kabarnya janda bolong kian langka di pasaran, sementara peminatnya terus bertambah, hal ini bisa menjadi peluang untuk berbisnis tanaman janda bolong," lanjut terangnya.

Baginya, Urban Farming dengan menanam tanaman hias monstera ini awalnya hanya sebatas hobi hingga mampu berkembang pesat membuatnya terpikirkan untuk dijual.

Hingga pada akhirnya menjual tanaman janda bolong ini membuat ia mendapatkan omzet yang luar biasa hingga bisa meraih ratusan juta rupiah dari penjualan tanaman hias monstera tersebut.

Sementara itu, Co-Founder Citi Grower, Asriyantie menerangkan bahwa Urban Farming memang menjadi salah satu solusi ketahanan pangan di masyarakat perkotaan untuk saat ini selama masa pandemi.

"Urban Farming ini menurut berbagai riset memiliki potensi besar di Indonesia dalam memperkuat sektor pertanian di angka 16%. Dengan demikian, hal itu perlu masyarakat sadari betapa pentingnya berkebun di perkotaan," kata dia.

Tak hanya itu, beragam manfaat Urban Farming seperti sebagai ekologi, edukasi, estetika dan ekonomi, Lebih lanjut, dia menambahkan bahwa, urban farming ini juga tergolong murah, mudah dan menyenangkan saat dilakukan.

“Asal kita mau melatihnya dan terus mencoba, tanah Indonesia sangat melimpah dengan beragam manfaat. Apalagi kalau hingga akhirnya bisa berhasil itu akan membuat senang dan rasanya beda kaya ada kepuasan tersendiri,” jelasnya.

Dalam acara webinar yang sama, Komunitas Berkebun Indonesia, Winartania Massie menambahkan bahwa semakin besar kota itu semakin besar sumber daya pangannya.

Dia menegaskan, dengan melakukan Urban Farming maka akan Anda juga akan mendapatkan banyak sisi positifnya terhadap lingkungan sekitar dan keluarga Anda.

“Secara sosial kita juga bisa menghasilkan oksigen untuk bumi, dan ini tentu akan berdampak baik untuk semuanya,” ungkap dia.

Adapun, dalam melaksanakan Urban Farming, pertama yang perlu diperhatikan dan disiapkan itu adalah niat, dan media tanam serta tempat strategis agar terpapar sinar matahari, dan memperhatikan air dan bibit tanaman tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait