Pihaknya pun menyiapkan sekira 42 tempat cuci tangan dan di tempatkan di setiap sudut gereja. Sementara kursi para jemaat pun diatur dan ditandai dengan tali agar hanya diduduki satu jemaat setiap kursinya.
Bahkan, baik ruang gereja dan aula yang dipakai sebagai tempat ibadah Misa Natal pun tak menggunakan pendingin udara atau air conditioner (AC). Itu dilakukan, untuk mengurangi resiko penyebaran infeksi virus Corona.
"Pintu dan jendela semua terbuka. Sempat ada yang protes, tetapi kita semua harus mengerti kondisi saat ini. Demi keselamatan semua, AC dimatikan," ungkap Frans.
Frans menuturkan, Misa Natal ini merupakan kali pertama pihaknya bisa melaksanakan ibadah secara langsung di gereja sejak pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Dirinya pun turut bersyukur bercampur sedih dengan kondisi yang ada.
Baca Juga:Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan di Perayaan Natal Tahun Ini
"Kalau melihat pendapat jemaat itu ada yang sampai menangis terharu ada 7 bulan yang nggak bisa ikut Misa, tapi sekarang bisa. Saya pertama kali ikut aja sudah sangat, sangat.. ya pasti emosional kita berkecamuk," tuturnya.
"Ya ada rasa sedih. Ini suatu kondisi yang secara realita harus kita hadapi, ya kita harus terima. Kita nggak bisa memaksakan diri kemauan kita, tapi kita menyepelekan keselamatan orang lain," sambung Frans.
Makna Misa Natal 2020 itu, lanjut Frans, sebagai momentum untuk meningkatkan rasa peduli terhadap sesama. Terutama peduli terhadap mereka yang terpapar Covid-19. Sehingga bisa saling bahu membahu membantu.
"Setiap kali kejadian membawa berkah. Di Natal ini kita dituntut lebih peka kesetiakawanan lah, yang menderita tidak hanya kita. Tapi, semua orang di dunia ini juga tengah menderita," kata Frans.
"Maka kita syukuri saja, kita harus lebih peka sesama kita. Meskipun di helat sederhana, tapi tidak hilang substansi ibadahnya," pungkas pria yang juga menjabat Wakil Dewan Paroki Gereja Santo Laurensius Alam Sutera, Serpong Utara itu.
Baca Juga:Hari Raya Natal, 4 Wilayah Jakarta Diprediksi Diguyur Hujan di Siang Hari
Diketahui, Gereja Katolik Santo Laurensius merupakan salah satu dari gereja terbesar di Kota Tangerang Selatan.