Tersandung Kasus Video Syur, Gisel Diminta Jauhkan Anak dari Medsos

Kak Seto juga meminta agar publik tidak mendramatisasi kasus video syur Gisel.

Rizki Nurmansyah
Rabu, 06 Januari 2021 | 11:39 WIB
Tersandung Kasus Video Syur, Gisel Diminta Jauhkan Anak dari Medsos
Gisella Anastasia atau Gisel di Urban Quarter, Plaza Indonesia, Thamrin, Jakarta Pusat pada Selasa (29/1/2019). [Sumarni/Suara.com]

SuaraJakarta.id - Kasus video syur yang menjerat penyanyi Gisella Anastasia atau Gisel turut menyita perhatian Seto Mulyadi atau Kak Seto.

Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) itu menyarankan agar Gisel untuk sementara waktu menjauhkan anak dari dunia media sosial (medsos).

Pasalnya, kata Kak Seto, kasus Gisel bisa berdampak buruh pada putrinya, Gempi—buah pernikahannya dengan mantan suami, Gading Marten.

Kak Seto menyarankan agar pihak keluarga bisa memberikan kesibukan untuk Gempi dan menjauhkannya dari medsos.

Baca Juga:Soal Video Gisel, Michael Yukinobu De Fretes Didukung Keluarga di Jepang

"Pisahkan dari medsos, mungkin sekarang ini dihibur, ciptakan suasana riang seperti bernyanyi dan mendongeng supaya tetap sibuk dan asyik dengan dunianya," ujarnya dikutip dari Hops.id—jaringan Suara.com, Rabu (6/1/2021).

Kak Seto menjelaskan, putri tunggal Gisel dan Gading itu harus mendapatkan penanganan khusus dari keluarga maupun tenaga profesional.

Jika psikologi Gempi tidak tertangani dengan baik, maka dikhawatirkan akan menimbulkan berbagai dampak negatif. Salah satunya menjadi tidak percaya diri.

"Kalau tidak mendapatkan treatment psikologi dari keluarga dan profesional bisa berdampak negatif, anak jadi tidak percaya diri," ungkapnya.

Seto Mulyadi alias Kak Seto [Suara.com/Herwanto]
Seto Mulyadi alias Kak Seto [Suara.com/Herwanto]

Kak Seto juga meminta agar publik tidak mendramatisasi kasus video syur Gisel. Sebab, hal tersebut akan berdampak pada psikologi anak.

Baca Juga:Kembali Puji Gisella Anastasia, Wijaya Saputra Tuai Beragam Reaksi

"Saya mohon karena ini menyangkut adanya seorang anak, jadi itu jangan sampai terlalu didramatisasi. Intinya sang ibu sudah meminta maaf, sudah menjalani proses hukum, dan kalau sampai dipidana pun itu bagian dari upaya untuk bertanggung jawab dari perilaku beliau," tuturnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini