SuaraJakarta.id - Pemprov DKI Jakarta tengah gencar melakukan penertiban Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di kawasan Jakarta Pusat. Terlebih lagi belum lama ini banyak gelandangan yanh ditemui Menteri Sosial Tri Rismaharini saat melakukan blusukan.
Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Pusat Ngapuli Parangin Angin mengatakan, selama tiga hari melakukan penertiban, sudah ada 51 gelandangan yang diamankan.
Pemprov DKI terus melakukan penelusuran dan penertiban tunawisma di kawasan Jakarta. Hasilnya, selama 3 hari sejak 5 Januari lalu melakukan penertiban, ada 51 penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang sempat diamankan. Jumlahnya beragam setiap harinya.
"PMKS hasil penertiban tanggal 5 (Januari) 33 orang. Tanggal 6 Januari 10 orang. Tanggal 7 Januari 8 orang," ujar Ngapuli saat dikonfirmasi, Jumat (8/1/2021).
Baca Juga:Gelandangan dan Pemulung Dipekerjakan di BUMN, Said Didu: Butuh Keahlian Bu
Setelah diamankan, para PMKS itu dibawa ke Gelanggang Olahraga Remaja (GOR) Tanaj Abang untuk diperiksa identitasnya. Bagi yang diketahui memiliki keluarga akan dipulangkan.
Sementara PMKS yang tidak memiliki keluarga atau selama ini hidup menggelandang, maka akan dititipkan di panti sosial.
Napuli menjelaskan, ada 15 orang yang disalurkan ke panti sosial, lokasinya ada di panti Pangudi Luhur Bekasi, Balai Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia (BRSLU) Bekasi. Juga ke Panti Sosial Asuhan Anak Putra Utama (PSAA PU 1) dan Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 1 (PSBI BD 1).
"Dikembalikan ke keluarga 8 orang. Panti Pangudi Luhur Bekasi 9 orang. PSAA PU 1 1 orang. PSBI BD 1 Kedoya 4 orang. BRSLU Bekasi 1 orang," tuturnya.
Dari jumlah yang diamankan, ternyata diketahui 4 orang lainnya tak ada keterangan. Sedangkan 25 orang masih diamankan di GOR Tanah Abang sampai saat ini.
Baca Juga:Dari Pansos hingga Main Sinetron, Ini Sindiran Roy Suryo Buat Mensos Risma
"Tanpa keterangan 4 orang. Sisa PMKS di GOR 25 orang," pungkasnya.