Meski menilai tak efektif, pria 23 tahun itu mengaku, dirinya percaya soal adanya Covid-19.
"Iya Covid itu ada, nyata. Di komplek yang saya jaga ada 50 orang yang terpapar, tapi sebagian udah sembuh," pungkas Edo.
Di tempat yang sama, salah satu pelanggar yang mengaku bernama Karisa mengatakan, dirinya kaget terjaring razia masker.
Saat itu, Karisa diangkut saat berada di pasar ketika sedang menggiling kacang tanah untuk ibunya berjualan gado-gado.
Baca Juga:Tangsel Memulai Vaksinasi Covid-19 Sinovac Tahap Pertama di Lima Faskes
"Tadi bawa masker, tapi karena gerah saya simpan di motor. Ke depan bakal rajin pakai masker, kapok lah," ungkapnya.
![Karisa, salah satu pelanggar protokol kesehatan, diangkut ke TPU Jombang Ciputat untuk ziarah ke makam khusus Covid-19, Senin (18/1/2021). [SuaraJakarta.id/Wivy]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/18/41655-razia-masker-di-tangsel-dan-diangkut-ke-tpu-khusus-covid-19.jpg)
Tercatat ada 19 warga Tangsel yang terjaring dalam razia masker.
Dengan mengenakan rompi oranye, mereka diangkut ke TPU Jombang, Ciputat untuk berziarah di makam khusus jenazah Covid-19 selama satu jam.
Sanksi sosial itu diterapkan Pemkot Tangsel untuk membuat jera dan kapok warga yang masih bandel melanggar protokol kesehatan.
Kontributor : Wivy Hikmatullah
Baca Juga:Tenaga Kesehatan di Tangsel Mulai Divaksin, Digelar di Lima Faskes