"Waktu meninggal Aisyah di rumah. Tinggal di rumah berdua, ayah meninggal lebih dulu," tutur Aisyah.
![Aisyah Allisa, bocah 10 tahun yang menjalani karantina di Rumah Lawan Covid-19, Tangsel, Selasa (19/1/2021). Dia menjadi yatim piatu lantaran ibunya meninggal terpapar Covid-19, Sabtu (16/1/2021). [Suara.com/Wivy]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/19/41483-aisyah-alissa-pasien-covid-19-di-rlc-tangsel.jpg)
Di Tangsel, Aisyah tak memiliki kerabat atau saudara. Baik dari keluarga ibu maupun ayah.
Tetapi, Aisyah mengaku, memiliki dua kakak kandung yang saat ini tinggal bersama sang nenek di Jakarta.
"Keluarga ada di Jakarta sama di Bangka Belitung. Aisyah punya dua kakak. Dua-duanya tinggal sama eyang di Jakarta. Kakak paling besar 21 tahun, sudah kerja. Kakak sudah ngehubungin Aisyah, setiap hari. Jakartanya di Kedoya," ungkap Aisyah.
Baca Juga:Benarkah Stres Bikin Efikasi Vaksin Covid-19 Jadi Menurun? Ini Faktanya
Aisyah tinggal bersama ibunya sekira 4 tahun di kontrakan. Ibunya, Rina, diketahui bekerja sebagai penjual online mulai dari tas hingga seragam.
"Mamah kerja jualan online. Baju buat kerja dan Aisyah sering bantu kemasin," tutur anak yang bercita-cita sebagai dokter gigi.
Diketahui, Aisyah datang ke RLC untuk menjalani karantina itu diantar oleh pihak RT tempat dia tinggal.
Rasa duka masih terlihat di mata Aisyah yang terlihat habis menangis.
Di RLC, dia mengaku, mendapat keluarga baru. Terkini, dia juga mengaku, kondisi tubuhnya sehat.
Baca Juga:Airlangga Tidak Jujur Soal Covid-19, IDI: Membantu Upaya Tracing Itu Mulia
Usai menjalani karantina sekira 14 hari, Aisyah masih kebingungan akan pulang ke mana.