alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Ingin Hidupkan Lagi Pam Swakarsa, Begini Alasan Calon Kapolri Listyo Sigit

Rizki Nurmansyah | Novian Ardiansyah Kamis, 21 Januari 2021 | 06:35 WIB

Ingin Hidupkan Lagi Pam Swakarsa, Begini Alasan Calon Kapolri Listyo Sigit
Kabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti fit and proper test di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). [ANTARA FOTO/Pool/Galih Pradipta]

Pam Swakarsa, kata Listyo Sigit, nanti akan diintegerasikan dengan teknologi dan informasi milik Polri.

SuaraJakarta.id - Wacana pengaktifan Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa atau Pam Swakarsa kembali bergulir.

Wacana itu disampaikan calon Kapolri Komjen Listyo Sigit Prabowo dalam fit and proper test di DPR, Rabu (20/1/2021) kemarin.

Listyo Sigit menjelaskan, alasan menghidupkan kembali Pam Swakarsa untuk membantu menciptakan keamanan negara.

"Ke depan, tentunya Pam Swakarsa harus lebih diperanaktifkan dalam mewujudkan Harkamtibmas, jadi kita hidupkan kembali," ujarnya.

Baca Juga: 8 Komitmen Komjen Listyo Sigit Prabowo, Kapolri Baru

Pam Swakarsa, kata Listyo Sigit, nanti akan diintegerasikan dengan teknologi dan informasi milik Polri.

Sehingga mereka terintegrasi dengan petugas kepolisian.

Wacana mengaktifkan lagi Pam Swakarsa sebenarnya sudah lama digulirkan Kapolri Jenderal Idham Azis, tapi diprotes.

Anggota Komisi III Arteria Dahlan salah satu yang memprotes.

"Diksi Pam Swakarsa ini bagi kita-kita pak mengikuti dan mengalami peristiwa 98 pak, ini memang agak sensitif pak. Karena Pam Swakarsa zaman dahulu dipakai untuk menggebuk pak, aksi-aksi dan kegiatan demokrasi. Kalau dihadirkan kembali mungkin juga harus dilakukan sosialisasi yang lebih baik lagi," ujarnya.

Baca Juga: Bantah Listyo Orang Dekat Jokowi, Istana: Jangan Diartikan Macam-macam

Dalam rapat dengan Kapolri, Rabu (30/9/2020), anggota Komisi III Habiburokhman juga mengingatkan agar jangan sampai Peraturan Kapolri terkait Pam Swakarsa malah mengulang peristiwa 1998.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait