Tetapi, lanjut Ben, kasus Covid-19 di Tangsel didominasi dari klaster keluarga.
"Saya enggak tahu penyebabnya ya, tapi rata-rata memang klaster keluarga dan tertularnya di luar kantor. Tapi ketika di kantor, dia menjadi menularkan kepada yang lain. Misalnya dulu, satu pegawai di Dinas Pariwisata, dia habis melakukan kegiatan di mana gitu dan menularkan," papar Ben.
Ben menyebutkan, pihaknya sudah melakukan langkah-langkah preventif dalam penanganan Covid-19 di Tangsel.
Mulai dari penyemprotan disinfektan hingga menerapkan Work From Home 75 persen bagi pegawai Pemkot Tangsel.
Baca Juga:RS Rujukan Covid-19 Penuh, Pemkot Tangsel Khawatir Muncul Klaster Keluarga
"Kita sih pengennya 50 persen pegawai masuk kantor. Tapi karena masih banyak (kasus Covid-19) jadi 25 persen. Tinggal kita pantau aja terus tiap hari perkembangannya. Mereka harus jadi pelopor kesehatan. Jangan hanya menyalahkan masyarakat, tapi pegawai di lingkungan Pemkot Tangsel sendiri terpapar Covid-19 karena mengabaikan protokol kesehatannya," pungkas Benyamin.
![Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie ditemui di DPRD Kota Tangsel, Rabu (2/9/2020). [Suara.com/Wivy Hikmatullah]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/02/92217-wakil-wali-kota-tangsel-benyamin-davnie.jpg)
Dari 123 pegawai Pemkot Tangsel yang terpapar Covid-19, sebanyak 8 orang sedang menjalani perawatan di fasilitas kesehatan, 64 orang isolasi mandiri, 47 orang sembuh dan 4 orang wafat.
Terkini, jumlah orang yang positif Covid-19 di Tangsel bertambah 291 kasus. Total menjadi 5.174 kasus.
Sementara pasien sembuh 4.333 orang, bertambah 276. Lalu pasien dirawat bertambah 11 menjadi 590 orang.
Sedangkan korban meninggal akibat Covid-19 total mencapai 251 orang, bertambah 4 kasus.
Baca Juga:Kasus Covid-19 Melonjak Drastis, Pemkot Tangsel Siapkan RSU Serpong Utara
Data tersebut, dilansir dari laman website lawancovid19.tangerangselatankota.go.id pada, Senin (25/1/2021).