Tabroni menerangkan, alasan kuat perubahan sistem pembayaran upah di TPU Jombang lantaran dirinya tak lagi mendapat pinjaman dana talangan.
"Kalau selama ini memang kami uang apa saja kami usahakan untuk membayar mereka, dana talangan. Tapi kan karena kondisi sekarang tahu sendiri lah memang agak susah juga dana. Jadi kita ubah per minggu," terang Tabroni.
Lebih lanjut, Tabroni menuturkan, biasanya dalam seminggu dirinya meminjam dana talangan berkisar Rp 15-20 juta.
Hal itu dia lakukan, agar para tukang gali kubur tak kecewa lantaran tak mendapat upah di hari setelah dia gali kubur.
Baca Juga:Habiskan Rp 185 Miliar, DKI Akan Buat 8.800 Petak Makam Covid dan Non-Covid
"Biar mereka bahagia tukang gali, kita yang gedabak-gedebuk," tuturnya.
Tabroni memaparkan, ada 10 tukang gali kubur di TPU Jombang. Setiap satu lubang digali 5 orang dibayar Rp 1 juta per lubang.
"Kalau sehari ada 7 lubang, ya dibayar Rp 7 juta dibayar langsung pakai dana talangan. Sementara dana penggantinya dari pemerintah kadang seminggu atau lebih baru cair," papar Tabroni.
![Sejumlah warga yang terjaring razia masker diangkut ke TPU Jombang khusus pemakaman Covid-19 untuk berziarah, Senin (18/1/2021). [Suara.com/Wivy]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2021/01/18/25670-pelanggar-prokes-di-tangsel-diajak-ziarah-ke-tpu-jombang.jpg)
Dia berharap, dengan sistem pembayaran yang baru dapat berjalan lancar sehingga para penggali kubur TPU Jombang tak lagi protes.
"Harapannya lancar pembayaran tiap minggu meski sudah terjadi perubahan sistem. Tepat waktu supaya mereka juga nyaman bekerja," pungkasnya.
Baca Juga:Viral Gadis Tinggal Dekat Makam dan Rela Dikucilkan, Alasannya Bikin Mewek
Kontributor : Wivy Hikmatullah