"Itu pun setelah kami tanyakan, baru almarhum dibawa ke lantai dua untuk diperiksa lebih lanjut," paparnya.
Kurniawan menceritakan, setelah diperiksa, ayahnya didiagnosis mengalami infeksi paru-paru dan pembengkakan jantung.
Berdasarkan hasil rapid test, almarhum dinyatakan reaktif. Namun hal itu belum tentu positif Covid-19.
"Tiba-tiba, malam itu juga, tim dokter memindahkan almarhum ke Lantai 3 rumah sakit ke Ruang Garuda yang merupakan ruangan isolasi zona B Merah," kata dia.
Baca Juga:Tugu Makam Zaman Yunani kuno Ditemukan Dekat Bandara Internasional Athena
Kurniawan mengaku kaget orang tuanya dimasukkan ke ruang isolasi. Sebab, setahunya hanya orang yang dinyatakan positif saja yang dirawat di ruang isolasi.
"Jadi setelah ayah meninggal dunia, pihak rumah sakit menguburkannya dengan protokol Covid-19. Namun hasil PCR belum keluar," pungkasnya.
Selain pihak keluarga dan warga sekitar, pembongkaran jenazah yang dimakamkan dengan protap Covid-19 di TPU Jalan KH Ahmad Dahlan itu turut disaksikan Camat Enggal dan Bhabinkamtibmas.